Showing posts with label Superbike. Show all posts
Showing posts with label Superbike. Show all posts

News : Hiroshi Aoyama moved to World Superbike next season

Saturday, October 15, 2011 | 0 comments

There is a possibility in the upcoming 2012 season MotoGP class will not be followed by any rider from Japan.

Hiroshi Aoyama - the only rider from the land of Sakura in the MotoGP class in the last two years - has decided to move into the arena of World Superbike next season. Aoyama will join the team Ten Kate Racing accompany Jonathan Rea.

I have been racing in MotoGP in the last two years and it really has been a great experience for me. I really would like to thank Fausto Gresini and all the staff and technicians Team San Carlo Honda Gresini for extraordinary period in my career.

Now I have the opportunity to go to World Superbikes with Honda and Ten Kate Racing and I am very excited about this new challenge. I do not know much about the Superbike but I really hope to make a good job with my new team, "Aoyama said in a press release Honda Racing.

Aoyama currently competing in MotoGP with Team San Carlo Honda Gresini. Last 250cc world champion is now located at number-10 standings. Aoyama also had to replace Dani Pedrosa at the Dutch GP.

Until now, the San Carlo Honda Gresini team has signed a contract with a rider that is Marco Simonmcelli. There has been no confirmation whether the upcoming 2012 season Fausto Gresini's team that will go down with a single rider or will find rider that will replace the position vacated by Aoyama.

Yamaha Mundur Dari World Superbike

Friday, August 5, 2011 | 0 comments

ITGP – Keputusan Yamaha mundur dari ajang World Superbike (WSBK) tentu tidak ada sangkut paut secara langsung dengan MotoGP. Tetapi secara tidak langsung jelas sangat berhubungan. Keputusan ini memberi gambaran betapa keadaan keuangan Yamaha tidak dalam kondisi yang baik.
Yamaha WSBK Di Balik Mundurnya Yamaha Dari Superbike
Dalam pernyataan resminya, Yamaha menyatakan tetap menjamin ketersediaan spare part bagi tim swasta yang menggunakan Yamaha R1 maupun R6. Yamaha sepertinya terinspirasi dari langkah Ducati. Akhir musim 2010 lalu Ducati Corse memutuskan cabut dari Superbike. Nyatanya, Carlos Checa tahun ini berhasil menjadi pimpinan kelasemen sementara meski hanya menggunakan motor Ducati non pabrikan.
Menurunnya pangsa pasar motor roda dua di kawasan Eropa membuat Yamaha lebih memilih menarik sumber dayanya untuk fokus “melayani” konsumen guna meningkatkan penjualan.
Kawasan Eropa memang hingga saat ini masih mengalami krisis ekonomi. Selain menurunnya daya beli produk otomotif, minat perusahaan besar untuk menjadi sponsor tim di berbagai ajang olah raga juga menurun. Tahun ini, baik di MotoGP maupun di Superbike Yamaha tampil dengan warna biru pabrikan alias tanpa sponsor utama.
Beban Yamaha semakin berat karena harus mempersiapkan motor baru 1000cc guna menghadapi persaingan di kelas MotoGP musim 2012 mendatang. Hingga saat ini Yamaha belum menunjukkan motor tersebut ke hadapan publik. Rencananya motor baru Yamaha akan di uji coba usai race di seri Brno, Ceko.
Semoga saja dengan keputusan keluar dari WSBK membuat Yamaha lebih fokus dalam menghadapi ketatnya persaingan di arena MotoGP.

Livery Baru Suzuki Alstare Lebih Futuristik

Tuesday, February 16, 2010 | 0 comments

Persiapan WSBK Pra-Musim 2010
Livery Baru Suzuki Alstare Lebih Futuristik

Setelah beberapa musim berjuang dan hanya menyandang tim papan tengah karena kompetitor yang sangat tangguh, membuat tim Suzuki Alstare melakukan pembenahan besar-besaran pada semua bagian dalam tim.

Karena bukan hanya dari tim pabrikan lain yang menjadi musuhnya musim ini, akan tetap juga dari tim Suzuki Yoshimura yang dikabarkan bakal menjadi tim pabrikan Suzuki di WSBK, jika Suzuki Alstare tidak mampu melakukan perlawanan terhadap tim lain.


Suzuki Alstare pun menggandeng sponsor baru yang dipercaya bakal membawa keuntungan bagi persaingan mereka di ajang WSBK, yaitu perusahaan minuman beralkohol Biscaldi. Tim yang berbasis di Belgia ini pun menempelkan brand Viru sebagai salah satu produk terbaik perusahaan Biscaldi.

Dengan adanya kerjasama dengan perusahaan Biscaldi ini, tentunya membuat Suzuki Alstare lebih yakin bisa memulai era baru mereka di WSBK. Apalagi Leon Haslam yang tahun lalu sangat kompetitif bersama Stiggy Racing Honda, tahun ini menjadi salah satu pembalap mereka.

Dan sesi tes beberapa waktu lalu pun menjadi bukti bahwa Suzuki Alstare bersama Leon Haslam mampu meraih hasil yang cukup bagus. Kendati hasilnya masih terlihat labil, namun Haslam cukup konsisten mencetak waktu tercepatnya. Haslam akan ditemani oleh mantan pembalap MotoGP yaitu Sylvain Guintoli.



R1 Tampil Dengan Tenaga Lebih Besar 8 DK

| 0 comments

Persiapan WSBK Pra-Musim 2010
R1 Tampil Dengan Tenaga Lebih Besar 8 DK




Tim Yamaha WSB sepertinya menjadi tim pabrikan terakhir yang meluncurkan motor terbaru mereka yang akan digunakan pada musim 2010 ini.

Karena ingin mempertahankan titel juara dunia yang diraih oleh Ben Spies, Yamaha pun menawarkan sesuatu yang baru pada  R1. Dengan bobot lebih ringan ketimbang R1 tahun lalu, namun peningkatan tenaganya hingga 8dk dari ptototipe tahun lalu.


Secara tidak langsung ini menjadi janji kemenangan yang bakal membawa dua pembalapnya menjadi raja di kelas tertinggi Superbike dunia itu.

Apalagi tim Yamaha WSB sekarang membawa juara dunia dua kali di WSBK yaitu James Toseland sebelum pindah ke ajang MotoGP selama dua tahun.

Kendati Toseland belum memperlihatkan catatan waktu terbaiknya pada beberapa sesi latihan yang telah digelar di WSBK pra musim 2010, namun Toseland sepertinya sangat yakin bahwa ia mampu menjalani musim ini dengan strategi kemenangan yang baru.

“Seri perdana WSBK hanya tinggal beberapa saat lagi, dan sesi tes akan menjadi patokan yang sangat nyata untuk bersaing nantinya. Setelah mengikuti sesi tes di Philip Island beberapa saat lalu, saya cukup nyaman dan seharusnya semuanya bisa lebih kompetitif. Kita lihat saja nanti,” ungkap Toseland dengan yakin.

Mantan juara dunia di kelas Supersport Cal Crutchlow yang bakal menemani Toseland dalam membawa kemenangan bagi tim Yamaha di WSBK, sepertinya juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.

“Saya selalu menatap musim setahun lebih maju, dan saya sudah membayangkan persaingan akan sangat berat. Sesi latihan berlangsung dengan baik, catatan waktu pun sudah mendekati sempurna. Saya rasa kami bisa lebih kompetitif lagi pada saat balapan nanti,” pungkas Crutchlow dengan singkat.

Sumber http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otosport/Content/Superbike/0/1/7/

Bagaimana Nasib Doni Tata Tahun Ini?

Friday, January 15, 2010 | 0 comments


Di antara perkara bisnis dan idealisme sport. Di situlah Doni Tata Pradipta berada. Padahal perjalanan karier Doni merupakan satu contoh kasus pembibitan atlet yang disupport pabrikan. Sayang, proses yang belum membuahkan hasil memuaskan, justru menjadi preseden buruk dari pembibitan dan penjenjangan pembalap motor di Tanah Air.


STOP DONI, GO ROSSI AND LORENZO


Kenapa layak dijadikan preseden buruk? Karena siapapun berharap, pembalap yang kadung nyemplung ke ajang internasional itu bisa terus eksis. Apalagi belum waktunya untuk memberi penilaian gagal terhadap Doni.

Namun setahun bergelut di ajang World Supersport (WSS), sudah menjadi dasar bagi PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang melambungkan Doni Tata, menarik diri sebagai sponsorship. Meski tak diakui karena prestasi, namun pemutusan aliran dana ini memang terjadi ketika pembalap asal Sleman ini tak menemui pencapaian memuaskan.

Tak heran, meski diberitakan penghentian support karena masalah dana dan justru sebaliknya, YMKI masih memiliki sejumlah uang yang cukup untuk memuluskan karier Doni Tata di WSS di musim 2010, pabrikan bermarkas di Pulogadung, Jaktim ini lebih memilih menggelontorkan arus kasnya pada tagline Yamaha Indonesia ‘Semakin Di Depan’ yang ditempel di motor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Sampai di sini bisa dimengerti sikap YMKI yang lebih memilih berpromosi di MotoGP. Jelas buat promosi, pemilihan itu lebih rasional ketimbang mensupport pembalap yang masih dalam proses. Pilihan di depan Yamaha telah membuat mereka memberikan keputusan, stop Doni, go for Rossi and Lorenzo.

Namun sayangnya, di luar kepentingan bisnis, ini menjadi preseden bagi manajemen untuk berhati-hati dalam menangani pembalap. Mereka harus berhadapan dengan kenyataan bahwa sponsor butuh prestasi dan harus terlihat dalam waktu singkat, sesuatu yang sulit untuk dipenuhi bagi kebanyakan tim dan pembalap.
Terlebih jika sponsor memiliki option lain yang lebih menguntungkan seperti terjadi pada Yamaha. Toh, meski pahit, ini menjadi pelajaran berharga bahwa mencetak pembalap world class butuh energi cadangan. 

Lantas bagaimana posisi Doni sendiri terlihat dari luar tim? Diakui atau tidak, Doni dan manajemen berada dalam pressure, antara ingin berprestasi di ajang bergengsi sesuai kelasnya dan harus menerima realitas bahwa langkahnya harus tersandung. Di satu sisi, eksistensi di WSS memang mampu membuat ia kian matang dan berpotensi menaikkan nilai jualnya di mata sponsor.

Di sisi lain, IndoProm, manajemen Doni, harus mencari dan meyakinkan pengucur dana yang pastinya tak semudah membuka keran air. Kabarnya, Edmond Cho, manajer Doni, masih bersikeras memperjuangkan Doni untuk turun di WSS. Hingga tulisan ini diturunkan (5/1) pun, Edmond mengakui masih bernegosiasi dengan sponsor. ”Coba nanti kontak lagi, keputusannya masih besok,” ujarnya (4/1).

Satu-satunya peluang tetap eksis memang turun di FIM Asian Road Racing (FARRC) bersama ASH Motorsport. Apalagi ASH membuka pintu untuk Doni.  Meski tak ada yang mau buka mulut lebar soal ini, namun Doni sempat dikabarkan akan dititipkan oleh Yamaha kepada ASH.

Entah apa maksud dititipkan, tetapi ini merupakan salah satu upaya menyelamatkan nasib pembalap kelahiran 1990 itu. Namun hal ini dibantah oleh Eddy Syaputra, manajer tim ASH Motorsport. ”Ada wacana begitu, kita sih enggak keberatan. Tapi udah lama enggak ada pembicaraan lagi dengan Yamaha atau IndoProm,” ujarnya. 

Memang, bukan kapasitas Doni bermain di kelas yang persaingannya jauh lebih kendur. Meski di sini pula Doni justru harus lebih tertantang untuk menunjukkan kelasnya. Karena tak ada kata disusul, disalip atau disodok oleh pembalap seperti Dwi Satria atau Hendriansyah yang tergabung dalam ASH U-Mild Motorsport.

Dengan kata lain, Doni tetap saja berada di tengah tekanan. Ke WSS ia harus membuktikan diri bahwa ia bukan pembalap baris belakang, sementara jika ke FARRC ia harus menunjukkan kemenangan.
Tentunya, kondisi ini harus disikapi secara positif oleh Doni dan manajemen. Karena inilah realitas balap di mana pressure, pujian, cemoohan, taktik dan strategi silih berganti menghampiri. Ya, inilah salah satu babak yang menentukan dalam perjalanan karier Doni.


Sumber http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otosport/Content/0/0/1/7/8523

Superpole WSBK Portimao Portugal 2009

Saturday, October 24, 2009 | 0 comments

Hasil Superpole WSBK Portimao Portugal 2009 :
1. Ben Spies USA Yamaha WSB YZF R1 1min 42.412 detik
2. Shane Byrne GBR Sterilgarda Ducati 1098R 1min 42.996 detik
3. Michel Fabrizio ITA Ducati Xerox 1098R 1min 43.015 detik
4. Jonathan Rea GBR HANNspree Ten Kate Honda CBR1000RR 1min 43.126 detik
5. Leon Haslam GBR Stiggy Motorsport Honda CBR1000RR 1min 43.523 detik

6. Max Biaggi ITA Aprilia Racing RSV-4 1min 43.526 detik
7. Fonsi Nieto ESP DFX Corse Ducati 1098R 1min 43.553 detik
8. Troy Corser AUS BMW Motorrad S1000RR 1min 44.719 detik
9. Jakub Smrz CZE Guandalini Racing Ducati 1098R 1min 43.240 detik
10. Noriyuki Haga JPN Ducati Xerox 1098R 1min 43.377 detik
11. Sylvain Guintoli FRA Alstare Suzuki GSX-R 1000K9 1min 43.406 detik
12. Carlos Checa ESP HANNspree Ten Kate Honda CBR1000RR 1min 43.461 detik
13. Leon Camier GBR Aprilia Racing RSV-4 1min 43.671 detik
14. Yukio Kagayama JPN Alstare Suzuki GSX-R 1000K9 1min 43.717 detik
15. Makoto Tamada JPN Kawasaki SRT ZX-10R 1min 44.050 detik
16. Matteo Baiocco ITA Guandalini Racing Ducati 1098R 1min 45.439 detik
17. Matthieu Lagrive FRA Althea Honda CBR1000RR 1min 44.453 detik
18. Broc Parkes AUS Kawasaki SRT ZX-0R 1min 44.458 detik
19. Ruben Xaus ESP BMW Motorrad S1000RR 1min 44.483 detik
20. Luca Scassa ITA Team Pedercini Kawasaki ZX-10R 1min 44.851 detik
21. Tom Sykes GBR Yamaha WSB YZF R1 1min 44.978 detik
22. David Salom ESP Team Pedercini Kawasaki ZX-10R 1min 45.153 detik
23. Vittorio Iannuzzo ITA SCI Honda CBR1000RR 1min 45.518 detik
24. Ryuichi Kiyonari JPN Ten Kate Honda CBR1000RR 1min 45.676 detik
25. David Checa ESP Yamaha France GMT 94 1min 46.006 detik
26. Roland Resch AUT TKR Switzerland Suzuki GSX-R1000 1min 46.596 detik


 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.