Revealed: Kate's 'secret meetings' with dress designer in Henry VIII's favourite palace

Saturday, April 30, 2011 | 0 comments

By Valerie Elliott


Secret: Kate was so determined to keep the details of her dress a secret that she had secret meetings with Sarah Burton at Hampton Court


Kate held clandestine meetings with wedding dress designer Sarah Burton at Henry VIII’s favourite palace, it has been claimed.

She was so determined to keep details about the dress a secret until her wedding day that she discussed ideas with Mrs Burton in a temporary studio at Hampton Court Palace in South-West London

Fashion-industry sources close to Mrs Burton, the creative director of British brand Alexander McQueen, say the tourist attraction was chosen because it offered both privacy and proximity to the Royal School of Needlework.

Grand: A temporary studio was set up at Hampton Court Palace because it offered both privacy and proximity to the Royal School of Needlework


The school is situated in the east wing of the palace and was commissioned to provide lace for Kate’s wedding gown and shoes.

Hampton Court was also a convenient stop-over as Kate travelled between her family home in Bucklebury, Berkshire, and Prince William’s apartment, which he shares with Prince Harry, at St James’s Palace.

Clarence House has always acknowledged that the new Duchess of Cambridge wished to keep her dress and its designer a surprise.

However, the full extent of the cloak-and-dagger operation became clear only yesterday, with the disclosure that even the network of embroiderers who handcrafted the lace were not told the name of the designer.

They found out it was for the Royal Wedding just minutes before Kate arrived at Westminster Abbey.

Acclaim: Alexander McQueen's Sarah Burton, pictured with Samantha Cameron. She was chosen because of the fashion house's beauty of its craftsmanship and respect for the technical construction of clothing

Lifting the veil: Burton makes the final adjustments to ensure her dress is seen at its best at Westminster Abbey

Duty calls: Burton was on-hand to ensure every last detail was perfect for Kate's walk down the aisle


Dedicated: Embroiderers washed their hands every 30 minutes while making the lace to ensure it was pristine. Needles were replaced every three hours to keep them sharp and clean


Yet what most people will remember about their first glimpse of the bride is the finely executed hand-made lace swathing her shoulders and bodice – a credit to the embroidery team.

The sight of Kate in the exquisite dress prompted Prince William to draw breath at the altar and say to her: ‘You look beautiful.’

Many commentators have likened the simple, classic style of the gown to that worn by Grace Kelly in 1956, who, like Kate, was a commoner who ¬married a prince.

The lace applique, which featured the four floral emblems of the UK – rose, thistle, daffodil and shamrock – was made using the Carrickmacross lace-making technique, which originated in Ireland in the 1820s.

Part-time needle-workers, aged 19 to 70, laboured tirelessly to complete the order. The process is so time-consuming that it takes even experienced stitchers about an hour to sew an inch.

The dedicated embroiderers washed their hands every 30 minutes while making the lace to ensure it was pristine and replaced their needles every three hours to keep them sharp and clean.

Mrs Burton sourced a series of lace motifs to create a unique design. Each motif, some as small as a five-pence piece, was then crafted with minute stitches every two to three millimetres.

Kate clearly had her own ideas for her bridal gown and the ivory and white satin gazar, long-sleeved dress was the result of a friendly collaboration between the Duchess and Mrs Burton, a popular choice among fashionistas.

The 32-year-old began working with the late Alexander McQueen in 1996 as an intern while she studied at the prestigious Central Saint Martins College of Art and Design in London.

She quickly impressed and by the time of his suicide last February, she was widely regarded as his second-in-command.


source: dailymail

Cara Download Cepat Di Rapidshare Atau Hotfile

| 0 comments

Langkah 1: 
Buka situs leech ini, www.leechking.com

Langkah 2: 
Copy link Rapidshare atau Hotfile yang ingin anda download. 
Contohnya: http://rapidshare.com/files/364434815/FolderLock.6.4.0.WwW.CrackedSoftwares.Com.rar 

Langkah 3: 
Paste link yang sudah anda copy tadi ke kotak yang telah disediakan, dan kemudian klik Download. 






Langkah 4: 
Tunggu proses transload selesai seperti gambar di bawah ini, dan tunggu 15 detik seperti yang tertera di gambar. 





Langkah 5: 
Setelah 15 detik, link download akan muncul seperti gambar di bawah ini. Dan silahkan klik link download tersebut untuk mendownload. 





Langkah 6: 
Tunggu hingga proses download selesai dengan kecepatan seperti situs lokal dan dapat di resume.
Selamat Mencoba. :)

NOTE:
Leechking merupakan situs Premium Link Generator, dengan melakukan Transload file ke situs ini, anda akan mendapatkan kecepatan layaknya anda sedang menggunakan akun premium di situs seperti Rapidshare. Oia, di situs leech ini, anda tidak hanya dapat men-download file dari Rapidshare dan Hotfile saja, Leechking menyediakan banyak situs yang dapat di leech seperti MegaUpload, File Factory, Deposit Files, Uploading dan Failai.it.

Hubungan Antara NAZI dan Islam dan Daftar Perwira NAZI Yang Menjadi Muslim Muallaf

| 0 comments

Ini bukan SARA sodara-sodara, karena saya hanya menampilkan sebuah fakta yang, saya percaya, tak banyak diketahui oleh masyarakat, khususnya pemerhati sejarah dan Third Reich...



Jerman merupakan sekutu dari Turki selama berlangsungnya Perang Dunia Pertama. Setelah berakhirnya perang akbar tersebut, pihak Jerman menderita rasa malu dan kepedihan yang amat dalam atas kekalahan yang telah mereka alami dan penghinaan dari Sekutu si pemenang. Hal ini ternyata berlaku pula bagi orang-orang Arab yang merasa dikhianati oleh janji-janji palsu Inggris dan Prancis akan kemerdekaan mereka. Banyak dari pejuang-pejuang terbaik Arab dan Muslim yang tewas dalam pertempuran demi membela Sekutu, dan kini mereka menuntut hak-hak mereka yang selama ini terabaikan. Situasi yang suram ini dimanfaatkan oleh para strategis Jerman untuk menentukan posisi geopolitis mereka dalam melawan imperialisme-plutokratik dan merapat lebih dekat lagi kepada bangsa-bangsa Timur Tengah yang tertekan. Sebabnya adalah sederhana: mereka mempunyai musuh yang sama: pihak Sekutu Barat (Inggris, Prancis, Amerika dan lain-lain).


Para strategis Jerman ini termasuk pula adalah Karl Haushofer dan Otto Strasser yang sangat menginginkan adanya "kekuatan ketiga" di Eropa yang sama-sama menjadi oposan dari kapitalisme dan komunisme. Minat utama para strategis ini adalah untuk memenangkan kaum "tidak berpunya" (yang selama ini tertekan) melawan kaum "berpunya". Latar belakang ini ternyata kemudian membuat beberapa di antara orang-orang Jerman tersebut yang masuk Islam setelah mendalami lebih jauh akan sumber utama dari kebudayaan Arab yang mereka teliti.

 Otto Strasse:

Karl Haushofer:


Dengan bangkitnya gerakan Nasional-Sosialis di Jerman, bermunculan pula tokoh-tokoh politik baru di Jerman yang menyuarakan statemen-statemen tentang Islam yang sangat kontras dengan keyakinan umum yang berlaku saat itu di Eropa. Tokoh-tokoh ini termasuk pula adalah Adolf Hitler dan Heinrich Himler! Sepeti apa pandangan-pandangan mereka tentang Islam? Mari kita lihat contoh salah satunya di bawah:

Pandangan Nazi pada islam 1:

pada bulan November 1938 sebuah surat kabar bernama Die Welt, dengan merujuk pada artikel yang muncul di Der Arbeitsmann, menulis sebagai berikut: "Inti utama dari artikel tersebut adalah pujian akan konsep Islam tentang takdir, sebagai sebuah contoh komperehensif akan ide-ide tentang nasib yang akan datang. Hal ini sekaligus pula bertentangan dengan konsep-konsep yang diyakini oleh doktrin Kekristenan yang selama ini berlaku." Di pihak lain, dengan merujuk pada mingguan Berlin Fridericus, sebuah majalah Prancis menulis bahwa "jumlah orang-orang yang masuk Islam yang semakin meningkat sampai saat ini tak pernah menimbulkan masalah berarti di Jerman."

Fridericus mengklaim bahwa hal ini disebabkan oleh konsep Islam yang "memproklamasikan prinsip-prinsip vital dari etika yang sudah terbina, sehingga sangat mungkin untuk dikonfirmasikan." Dengan mengharmonisasikan ide-ide keadilan dan pengampunan, Islam telah membuat "banyak orang-orang Nordik yang merasa tertarik dengan ajaran-ajaran pembebasan dan keseteraan yang dikemukakannya."

Der Welt menyimpulkan laporannya: "Orang-orang Austria yang bergabung kembali dengan Reich mendapati bahwa di ibukota yang baru kini berkembang penelitian dan minat yang besar akan agama Muhammad, sehingga kita bisa melihat bertambahnya orang-orang lokal yang memproklamirkan diri sebagai pengikutnya (seperti tercatat di laporan resmi pemerintah). Di pihak lain, propaganda-propaganda terencana yang mendukung ditinggalkannya ajaran-ajaran Gereja Kristen malah semakin berkembang." (dikutip dari buku "Nazisme et Islam" karya Omar Amin Mufti).



Sebelum saya melanjutkan cerita zzzz ini (tewaak!), saya merasa perlu untuk memberikan sedikit pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan Third Reich. Meskipun saya berusaha sebisa mungkin untuk bersikap fair dalam artikel-artikel ini, saya juga tidak memungkiri bahwa ada banyak elemen-elemen dari kekuatan Eropa yang menonjol di pertengahan abad ke-20 ini yang membuat saya terkagum-kagum.

Satu yang jelas adalah kebohongan luar biasa yang ditelan mentah-mentah oleh kebanyakan dari kita yang berkaitan dengan sikap rasis para Nazi. Hal ini adalah sesuatu yang wajar, karena kita perlu ingat bahwa sejarah selalu ditulis oleh si pemenang, dan khusus dalam hal ini telah ditambahi pula oleh propaganda-propaganda tak kenal henti dari media massa dunia yang hampir sepenuhnya dikuasai oleh Yahudi.

Saya sangat percaya bahwa bila kita ingin mendapat fakta yang jernih dari bias dan kepentingan-kepentingan sekelompok orang, maka kita harus meneliti sejarah periode tersebut dengan membawa hati yang jujur dan fair sehingga kesimpulan yang kita ambil nantinya bukanlah sesuatu yang hanya menjadi pengekor dari "trend" yang berlaku saat ini. Tidak selalu kenyataan adalah apa yang diyakini oleh orang banyak, karena seperti yang Hitler telah katakan sendiri: "Apabila suatu kebohongan dijejalkan terus-menerus, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah fakta."

Iya memang Jerman zaman Nazi menerapkan sistem rasialisme dalam pemerintahan mereka, tapi sistem yang seperti apa? Nah, semoga ilustrasi ini bisa membantu anda:

Rasialisme nazi:

"Rasialisme Jerman berarti penemuan kembali nilai-nilai kreatif dari ras mereka sendiri, sekaligus penemuan kembali kebudayaan mereka. Usaha pencarian yang mereka lakukan adalah sesuatu yang mengagumkan dan terhormat. Rasialisme Nasional-Sosialisme bukanlah dibuat untuk melawan ras lain melainkan dibuat untuk kepentingan ras sendiri. Tujuannya adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan ras yang sudah ada, dan mengharapkan ras lainnya melakukan hal yang sama."


"Hal ini dibuktikan ketika Waffen-SS memperbesar jumlah anggotanya dengan memasukkan tidak kurang dari 60.000 orang Islam ke dalam jajarannya. Waffen-SS sangat menghargai cara mereka menjalani hidup, adat kebiasaan, dan terutama keyakinan religiusnya. Setiap batalion SS Islam mempunyai imamnya masing-masing, dan setiap kompi mempunyai Mullah. Harapan kita bersama adalah semoga kualitas mereka mendapat apresiasi setinggi mungkin. Inilah rasialisme yang kita anut! Aku hadir saat setiap kamerad Islamku menerima hadiah pribadi dari Hitler selama berlangsungnya tahun baru. Tahukah anda apa hadiahnya? Sebuah liontin dengan Al-Qur'an kecil di dalamnya! Hitler telah sangat menghormati mereka dengan memberikan aspek terpenting dalam hidup dan sejarah mereka. Singkatnya, rasialisme Nasional-Sosialisme merupakan ideologi yang setia pada rasnya sendiri dan sangat menghormati ras lainnya" (Léon Degrelle, "Epic: The Story of the Waffen SS," The Journal for Historical Review, vol. 3, no. 4, halaman 441-468).

Nazi dan islam:


Dalam Perang Dunia II, Jerman berperang melawan negara-negara yang selama ini kita kenal sebagai negara penjajah bangsa-bangsa Muslim seperti Inggris, Prancis, Rusia dan Belanda. Hal inilah yang menyebabkan jutaan orang Islam di seluruh dunia mendukung Hitler dan mendaftarkan diri sebagai sukarelawan di ketentaraannya. Sebagian terbesar dari mereka adalah orang-orang Bosnia, Albania, Chechnya, Tatar, dan bangsa-bangsa lainnya yang berada di bawah tirani komunis Soviet. Jangan lupakan pula unit-unit yang terdiri dari para anggota perlawanan Arab (Freies Arabien).

Hitler dan ulama



Muhammad Amin al-Husseini, Mufti Besar al-Quds (Jerusalem), memimpin perlawanan Palestina melawan Yahudi dan Inggris dari pembuangannya di Berlin, dan mantan Perdana Menteri Irak Rashid Ali al-Gailani juga memimpin perlawanan bangsanya dalam melawan imperialisme Inggris dari ibukota Jerman tersebut. Terdapat pula grup-grup pelopor dari jurnalis Arab, penulis, dan aktivis yang berjuang demi kemerdekaan negara mereka masing-masing dari pengasingan mereka di Jerman.

Dan sekarang saya ingin bertanya: Kita dijajah selama ratusan tahun oleh Belanda, dan kemudian Belanda sendiri diperangi oleh Hitler, lalu mengapa sekarang kita berkaok-kaok menghujat Nazi dan segala sesuatu tentangnya dengan "berpedoman" pada propaganda karbitan yang kita telan mentah-mentah? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman pernah menjajah Indonesia? Apakah dalam sejarahnya Nazi Jerman begitu berlumuran darah orang-orang Muslim? Jawabannya adalah: WADON BAE BLE'E-BLE'E (baca: TIDAK!)


Saya ingatkan lagi tentang apa yang telah ditulis sebelumnya tentang strategi geopolitik Jerman, kebangkitan Jerman sebagai negara superpower dan pendirian divisi-divisi Islam. Semua ini telah menyediakan sebab bagi kebijakan-kebijakan Hitler yang sangat pro-Muslim. Hambatan utama terletak dari diplomat-diplomat tua yang lebih memilih kebijakan konservatif demi menenangkan kekuatan-kekuatan dunia saat itu dan tidak mengancam keseimbangan kekuatan yang ada. Tapi disana terdapat pula elemen-elemen muda dalam tubuh Kementerian Luar Negeri Jerman yang ingin mengambil keuntungan dari perjuangan anti-kolonialisme yang digalakkan negara-negara terjajah sehingga mereka mendukung adanya kebijakan pro-Arab dalam melawan Zionisme yang didukung oleh imperialis Barat. Tentu saja hal ini sangat klop dengan arah kebijakan yang diambil Hitler saat itu.

Para pendukung Arab ini di antaranya adalah Dr. Fritz Grobba, seorang veteran di Kementerian Luar Negeri dari tahun 1924 yang kemudian bertugas sebagai Duta Besar Jerman di Irak dan Arab Saudi. Dia merupakan seorang pengagum kebudayaan Islam yang dijuluki "Lawrence of Arabia-nya Jerman" dan menjadi teman dekat dari al-Husseini. Setelah Perang Dunia II usai, Grobba memeluk agama Islam dan menjadi penghubung politik antara pemimpin Mesir Gamal Abdel Nasser dengan pihak Jerman dan Soviet (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 383).

Tokoh lainnya adalah Werner-Otto von Hentig, teman dekat dari Grobba yang merupakan mantan kepala Divisi Arab di Kementerian Luar Negerinya Joachim von Ribbentrop. Setelah perang usai, dia menghabiskan sebagian besar waktunya di Timur Tengah. Pada tahun 1955 Raja Ibnu Saud menunjuknya sebagai kepala penasihat Eropa untuk Arab Saudi. Dahsyatnya lagi, dia kemudian menjabat sebagai Duta Besar Jerman untuk? Indonesia! Dalam kapasitasnya tersebut, dia menemani delegasi Saudi sebagai penasihat khusus dalam Konferensi Asia-Afrika yang digelar di Bandung bulan April tahun 1955. Hentig memberi nasihat pada orang-orang Arab untuk mengadopsi kebijakan netralisme dalam politik dunia dan mempertahankan kemerdekaan mereka dari super power dunia saat itu, Amerika dan Rusia (Kevin Coogan, Dreamer of the Day: Francis Parker Yockey and the Postwar Fascist International, New York: Autonomedia, 1999, halaman 384).

Setelah Perang Dunia II berakhir, banyak para petinggi Nazi dan mantan perwira SS yang pindah ke negara-negara Arab, menjadi penganut agama Islam, dan mempunyai jabatan militer atau birokratis di negara baru mereka, terutama di Mesir dan Suriah (cf., Jean and Michel Angebert, The Occult and the Third Reich, New York: Macmillan, 1974, halaman 275-276). Di bawah ini adalah daftar beberapa dari mereka, yang hampir semuanya menjadi mualaf:

  • Erich Altern (Ali Bella) : Mantan komisioner seksi urusan Yahudi di Gestapo yang kemudian menetap di Mesir dan menjadi instruktur para pejuang perlawanan Fatah dalam melawan Israel.
  • Hans Appler (Salah Chaffar) : Mantan anakbuah Goebbels yang kemudian bekerja di Kementerian Informasi Inggris tahun 1956 dan kemudian dilanjutkan dengan menjadi anggota Islamic Congress.
  • Franz Bartel (Hussein) : Asisten kepala Gestapo di Kattowitz, dari sejak tahun 1959 dia lalu bertugas di departemen Yahudi yang menjadi bagian dari Kementerian Informasi Mesir.
  • Walter Baumann (Ali Ben Khader) : SS-Sturmbannführer yang pernah bertugas di Warsawa, dia lalu bekerja di Kementerian Peperangan Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina.
  • Fritz Bayerlein : Jenderal terkenal Perang Dunia II yang pernah bertempur bersama Erwin Rommel di Afrika Utara. Dia ikut membantu perbaikan tank-tank kepunyaan Angkatan Darat Mesir.
  •  Hans Becher : Kepala seksi Yahudi Gestapo di Wina, dia kemudian menjadi instruktur kepolisian Mesir di Alexandria (Iskandariyah).
  • Wilhelm Beissner : Kepala Kantor Pusat Keamanan Reich (RSHA) yang kemudian bertempat tinggal di Mesir.
  • Bernhard Bender (Bashir Ben Salah) : perwira Gestapo yang pengetahuan mendalamnya akan Yiddish membuatnya mampu masuk ke dalam organisasi bawah tanah Yahudi di Warsawa. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat satuan polisi politik di Kairo dengan pangkat Letnan Kolonel.
  • Werner Birgel (El-Gamin). Perwira SS dari Leipzig yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.
  • Wilhelm Böckler (Abd al-Karim) : SS-Untersturmführer yang bertugas di Warsawa. Dia kemudian menjadi seorang pejabat di Kementerian Informasi Mesir bagian urusan Israel setelah kabur ke negara tersebut pada tahun 1949.
  • Wilhelm Börner (Ali Ben Keshir): SS-Sturmbannführer yang kemudian bertugas di Kementerian Dalam Negeri Mesir dan menjadi instruktur Front Pembebasan Palestina.
  •  Alois Brunner (Ali Mohammed) : Perwira SS yang memegang posisi senior di Departemen Yahudi pimpinan Adolf Eichmann. Dia kemudian menjadi penasihat pasukan khusus Mesir dan Suriah. Mossad (dinas intelijen Israel) berkali-kali mencoba membunuhnya di Damaskus, yang diberitakan sebagai tempat tinggalnya.
  • Friedrich Buble (Ben Amman) : SS-Obergruppenführer bersama Gestapo yang kemudian menjadi direktur Departemen Hubungan Masyarakat Mesir tahun 1952 sekaligus sebagai penasihat pasukan polisi Kairo.
  • Franz Bünsch: Anak buah Goebbels yang menjadi koresponden BND di Kairo dan membantu mengorganisasikan mata uang Riyal Arab Saudi tahun 1958.
  • Erich Bunzel : SA-Obersturmführer sekaligus Major dan kolega Goebbels. Dia kemudian bertugas di departemen Israel di Kementerian Informasi Mesir.
  • Joachim Däumling (Ibrahim Mustafa): Kepala Gestapo di Düsseldorf, dia kemudian menjadi penasihat sistem penjara Mesir dan anggota pelayanan operator radio di Kairo. Dia dipekerjakan untuk membantu pengembangan dinas intelijen Mesir.
  • Hans Eisele : Dokter SS dengan pangkat Hauptsturmführer yang kemudian menjadi staf medis di fasilitas pesawat dan misil Mesir di Helwan sampai dengan kematiannya tahun 1965.
  • Wilhelm Fahrmbacher : Generalleutnant dalam tubuh Wehrmacht yang menjadi penanggungjawab Vlassov Armee di Prancis tahun 1944. Dia kemudian bertugas sebagai penasihat militer Gamal Abdel Nasser dan bergabung dengan staff perencana pusat di Kairo.
  • Eugen Fichberger : SS-Sturmbannführer
  • Leopold Gleim (Ali al-Nasher) : SS-Standartenführer di Warsawa dan kepala departemen Gestapo untuk urusan Yahudi di Polandia. Dia kemudian bertugas di dinas intelijen Mesir.
  • Gruber (Aradji) : Teman dekat kepala Abwehr (Dinas Intelijen Wehrmacht) Admiral Wilhelm Canaris. Dia lalu melarikan diri ke Mesir dan bekerja untuk Liga Arab dari tahun 1950.
  • Baron von Harder : Mantan asisten Goebbels yang kemudian tinggal di Mesir.
  • Ludwig Heiden (Luis el-Hadj) : Perwira SS sekaligus jurnalis Weltdienst (agen pers Jerman) yang ditransfer ke kantor pers Mesir dalam Perang Dunia II. Setelah perang usai, dia kembali lagi ke Mesir tahun 1950 dan menulis buku-buku tentang Third Reich dalam bahasa Arab!
  • Aribert Heim : SS-Hauptsturmführer yang kemudian menjadi dokter di pasukan kepolisian Mesir. Biografinya bisa dilihat DISINI.
  • Franz Hithofer : Perwira Gestapo di Wina yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950.
  • Ulrik Klaus (Muhammad Akbar).
  • Karl Luder : Mantan kepala Hitlerjugend di Polandia yang kemudian bertugas di Kementerian Peperangan Mesir.
  • Gerhard Mertins : SS-Standartenführer.
  • Rudolf Mildner : SS-Standartenführer dan kepala Gestapo di Katowitz dan Polizei di Denmark. Dia bertempat tinggal di Mesir dari tahun 1963.
  • Alois Moser : SS-Gruppenführer yang bertugas di Ukraina dan kemudian menjadi instruktur gerakan paramiliter BAJU HIJAU di Kairo.
  • Oskar Münzel : Jenderal Wehrmacht yang melarikan diri ke Mesir tahun 1950 dan kemudian mengorganisasi pasukan parasut negara tersebut.
  • Gerd von Nimzek (Ben Ali) : Melarikan diri ke Mesir tahun 1950.
  • Achim Dieter Pelschnik (el-Said) : Melarikan diri ke Mesir usai Perang Dunia II.
  • Franz Rademacher (Thome Rossel) : Direktur seksi urusan Yahudi di Kantor Kementerian Luar Negeri Jerman dari tahun 1940 sampai dengan 1943. Dia kemudian melarikan diri ke Suriah dan bekerja sebagai jurnalis lokal.
  • Hans Reichenberg : Mantan perwira SS yang tinggal di Tangier dan mendirikan perusahaan ekspor-impor Arabo-Afrika dan membantu penyelundupan senjata-senjata untuk kepentingan organisasi perjuangan anti-imperialis FLN di Aljazair. Schmalstich : SS-Sturmbannführer
  • Seipel (Emmad Zuhair) : SS-Sturmbannführer dan perwira Gestapo di Paris yang kemudian bekerja untuk dinas keamanan di Kementerian Dalam Negeri Mesir.
  • Heinrich Sellmann (Hassan Suleiman) : Kepala Gestapo di Ulm yang mengabdi di dinas keamanan Kementerian Informasi Mesir sekaligus menjadi penasihat masalah kontra-spionase.
  • Ernst-Wilhelm Springer : Mantan perwira SS yang ikut membantu pembentukan Legiun Muslim SS dan kemudian mengungsi ke Mesir setelah perang. Dia lalu melanjutkan karirnya sebagai penyedia senjata untuk FLN.
  • Albert Thielemann (Amman Kader) : Kepala SS di Bohemia yang bertugas di Kementerian Informasi Mesir.
  • Erich Weinmann : SS-Standartenführer dan kepala Sicherheitsdienst (SD) di Praha. Dia lalu melarikan diri ke Mesir tahun 1949 dan menjadi penasihat dinas kepolisian Alexandria dari tahun 1950.
  • Werner Wietschenke : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.
  • Heinrich Willermann (Naim Fahum) : Mantan dokter SS yang mengabdi sebagai dokter di militer Mesir.
  • Ludwig Zind (Muhammad Saleh) : Aktivis anti-Yahudi terkemuka yang sempat melarikan diri ke Mesir pasca Perang Dunia II karena pandangannya yang dianggap ekstrim. Untuk biografinya bisa dibaca DISINI

********************

- Ludwig Ferdinand Clauss (1892-1974) adalah seorang antropologis Jerman dan teoris tentang masalah-masalah rasial. Pandangannya yang paling terkenal adalah tentang dominannya ras "spiritual" dibandingkan dengan ras yang mengedepankan materialisme. Clauss berkenalan dengan Islam ketika dia hidup bersama dengan suku Arab Baduy. Dia mengagumi keindahan Islam dan doktrin murninya tentang Kesatuan Absolut (Tauhid). Dari sinilah dia lalu memutuskan untuk menganut agama ini dan kemudian menjadi penulis tentang kebudayaan Arab. (Robert Steuckers, "Introducciòn a la obra de Ludwig Ferdinand Clauss,")

- Johannes von Leers (1902-1965) adalah teman dekat Menteri Propaganda Joseph Goebbels dan merupakan seorang penulis yang diakui selama masa Third Reich. Dia juga merupakan sahabat dari Mohammad Amin al-Husseini, dan kemudian melarikan diri ke Mesir tahun 1955. Tak lama, dia sudah menganut agama Islam dan mempunyai nama baru Omar Amin von Leers. Meskipun dia menjadi anggota dari Kementerian Informasi-nya Gamal Abdel Nasser, tapi dia kemudian tercatat sebagai simpatisan gerakan Ikhwanul Muslimin (Persaudaraan Muslim) bentukan Hasan al-Banna. Leers melanjutkan perjuangannya melawan Zionisme dari negara barunya. Di bawah akan saya sertakan beberapa ucapan dia yang terkenal tentang Islam, karena mereka mewakili perasaan orang-orang lain sepertinya:

Dalam "Der Kardinal und die Germanen", Leers secara terang-terangan mengkritik tindakan kejam pasukan Eropa dalam Perang Salib dan membandingkan toleransi Islam terhadap agama lainnya dengan penaklukan berdarah-darah bangsa Kristen atas orang-orang Barbar Jerman (halaman 23, 48, 52, 68). Dalam "Blut und Rasse in der Gesetzgebung", Leers mencatat persamaan paralel antara Islam dengan tradisi kuno Jerman, seakan-akan "hukum Tuhan dan hukum manusia bersatu" dan hak manusia adalah "fragmen dari keteraturan semesta yang berasal dari Tuhan" (halaman 6).

Pertengahan Desember 1942, penerbitan Die Judenfrange mengandung sebuah artikel tentang "program pasca-perang Zionisme" yang mendemonstrasikan bagaimana Zionisme bermaksud untuk "menguasai Palestina untuk dirinya sendiri, dan dengannya menyiapkan posisi sebagai penguasa dunia di masa mendatang". Leers juga menyumbangkan artikel hasil karyanya yang berjudul "Yudaisme dan Islam sebagai kebalikannya".

Selain mendiskusikan masalah-masalah strategis dalam kampanye Jerman di Afrika Utara, Leers juga merancang fondasi moral dan intelektual untuk persekutuan antara Third Reich dengan orang-orang Arab dan Muslim. Dia memuji sikap anti-Zionis Arab yang kental: "Bila seluruh dunia kompak mengusung kebijakan yang sama, maka kita tidak akan lagi dipusingkan oleh masalah Yahudi seperti yang kita alami saat ini." (Jeffrey Herf, The Jewish Enemy: Nazi Propaganda During World War II and the Holocaust, Boston: The Belknap Press, halaman 178-182).

Leers juga tercatat merupakan pengagum kebudayaan Arab dan mempunyai pemahaman mendalam akan bahasanya. Selama masa tinggalnya di Kairo dia telah membantu penterjemahan teks-teks dan peraturan Dewan Tertinggi Urusan Islam Mesir ke dalam bahasa Jerman. Di antara teks-teks yang dia terjemahkan, di antaranya berasal dari Syaikh Muhammad Abu Zahra tentang konsep Islam mengenai perang dan peraturan berjihad (Begriff des Krieges in Islam) dan teks dari Ibrahim Muhammad Ismail tentang doktrin ekonomi Islam (Der Islam und die heutigen Wirtschaftstheorien).

Dalam sebuah surat kepada H. Keith Thompson, seorang pebisnis asal New York yang terkenal akan sikap anti-Zionisme dan pernah bertugas sebagai sekretaris al-Husseini di Beirut, Leers menulis sebagai berikut (suratnya ditulis dalam bahasa Inggris, dan Leers sendiri terkenal menguasai banyak bahasa) :

"Islam saat ini menjadi satu-satunya kekuatan spiritual di dunia yang berjuang untuk agama yang sebenarnya dan nilai-nilai manusia serta kemerdekaannya. Satu hal yang pasti - lebih banyak lagi para patriot Jerman yang bergabung dalam gerakan revolusi Arab melawan imperialisme. Di Aljazair beberapa prajurit Jerman menyeret dua orang perwira Prancis beserta perwira rendahannya. Mereka lalu memotong leher tawanan mereka dengan disaksikan oleh para revolusioner Aljazair, bergabung dengan milisi lokal dan memeluk Islam. Hal itu bagus sekali!

"Tempat kita sebagai bangsa yang ditekan kekuatan luar seharusnya tidak di sisi pemerintahan Bonn bentukan kolonialis Barat, melainkan beserta para nasionalis Arab yang berjuang memerdekakan dirinya dari kungkungan Imperialisme. Biarlah (Konrad) Adenauer murka ketika mengetahui bahwa para patriot Jerman yang jujur tidak diekstradisi oleh negara-negara Arab pencinta kemerdekaan kepada dirinya atau kepada bos-bos Amerika/Inggrisnya. Biarlah para babi Inggris itu menjuluki kita sebagai "Pengusik/Orang-orang yang usil", karena tak lama lagi mereka pun akan terusir dari Timur Tengah, seperti halnya yang telah terjadi di Irak dimana para pelayan Imperialisme Inggris telah terbantai oleh para pejuang Arab"

"Alhamdulillah! Dukungan yang diberikan oleh Amerika dan antek-anteknya kepada tirani Yahudi di Jerman akan membuat bangsa Jerman bangkit berjuang. Sebenarnyalah, untuk bangsa kita hanya ada satu harapan - untuk menyingkirkan imperialisme Barat dengan bergabung bersama grup anti-imperialis yang digalang oleh negara-negara Arab dan Muslim." (Coogan, op. cit., halaman 382-383)

Sumber :
www.badische-zeitung.de
www.bosnacenter.com
www.en.wikipedia.org
www.forum.axishistory.com
www.forums.islamicawakening.com




Oleh Alif rafikh Kahn
http://alifrafikkhan.blogspot.com/search/label/Nazi%20Dan%20Islam

Sumber : danish56.blogspot.com

Sumber: http://danish56.blogspot.com/2011/04/hubungan-antara-nazi-dan-islam-dan.html#ixzz1L4ggZX5F

Inilah Beberapa Sejarah dan Kisah Para Nabi Palsu

| 0 comments

DALAM akidah Islam, Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) adalah penutup para nabi. Ini sesuai dengan firman-Nya: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al Ahzab [33]: 40). Sementara Islam, ajaran yang dibawa Muhammad SAW merupakan dien yang telah disempurnakan.

Namun, masih ada saja manusia yang mengaku sebagai nabi yang diutus Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) setelah Muhammad SAW untuk menyempurnakan ajaran-Nya. Bahkan, sebelum Muhammad SAW wafat pun sudah ada yang mengaku sebagai nabi. Jumlah mereka banyak. Berikut di antara para nabi palsu itu.


1. Musailamah al-Kazzab dan Sajjah Binti al-Harits


Musailamah mengaku nabi saat Rasulullah SAW masih hidup. Ia dari Bani Hanifah di Yamamah. Istrinya, Sajjah binti al-Harits dari Bani Tamim, juga mengaku sebagai nabi yang menerima wahyu dari Allah SWT untuk disampaikan kepada umat.

Dalam riwayat, saat mempersunting Sajjah, Musailamah memberikan mas kawin berupa cuti shalat Ashar kepada keluarga Sajjah. Tentu saja saat itu seluruh Bani Tamim libur shalat Ashar.

Setelah Rasulullah SAW wafat, mereka semakin leluasa dalam menyebarkan pemahamannya. Khalifah Abu Bakar Assidiq tidak tinggal diam. Abu Bakar beserta kaum Muslimin mengajak mereka dan pengikutnya kembali ke jalan yang lurus. Tapi, ajakan itu ditolak.

Abu Bakar mengerahkan kaum Muslimin untuk memerangi mereka. Dalam perang Yarmuk, Kaum Muslimin bentrok dengan pasukan Musailamah dan Musailamah berhasil dibunuh oleh Wahsyi bin Harb. Sedang Sajjah diakhir hayatnya bertaubat dan kembali ke pelukan Islam.
2. Aswad al-‘Ansi

Nama sebenarnya ‘Ailat bin Ka’ab bin ‘Auff Al-‘Ansi. Ia keturunan Bangsa Habasyah yang tinggal di Jazirah Arab. Ia berkulit hitam, itu sebabnya ia dipanggil Aswad. Aswad mumpuni dalam dunia perdukunan serta mahir melakukan sihir.

Aswad mengaku nabi saat Rasulullah SAW menjelang jatuh sakit. Ia dikenal sebagai yang fasih lisannya. Ia mampu memutarbalikan kebatilan menjadi kebajikan. Banyak orang awam yang menjadi pengikutnya.

Ajaran Aswad berhasil tersebar di Yaman. Ia mengaku bahwa malaikat telah memberikan wahyu dan memberitakan hal-hal gaib kepadanya. Namun Aswad berhasil dibunuh oleh kaum Muslimin menjelang Rasulullah SAW wafat.

3. Mirza Ghulam Ahmad

Mirza Ghulam Ahmad lahir 15 Februari 1835 di Qadian, wilayah Punjab, sebelah utara India . Ia berasal dari keluarga Muslim. Namun, keluarganya itu dikenal suka berkhianat kepada agama dan negaranya.

Saat kolonial Inggris menduduki India , Mirza salah seorang yang loyal dan taat terhadap penjajah. Sementara umat Islam India berjibaku mengusir penjajah. Sikap Mirza yang pro penjajah ini, dimanfaatkan Inggris untuk membuat gerakan. Tahun 1900 berdirilah gerakan yang bernama Ahmadiyah. Mirza diangkat sebagai nabinya.

Di antara ajaran Mirza yakni meyakini bahwa Allah juga berpuasa dan melaksanakan shalat, tidur, melakukan kesalahan, dan berjima’. Selain itu, bahwa kenabian tidak ditutup dengan diutusnya Muhammad SAW. Dan dirinyalah adalah nabi yang paling utama dari para nabi yang lain.

Menjelang akhir hayatnya, Mirza didera penyakit. Menurut Hasan bin Mahmud Audah, orang kepercayaan Mirza yang sudah kembali ke Islam, ia meninggal di tempat tidur. Berminggu-minggu sebelum matinya ia buang air kecil dan besar di situ.

4. Mirza ‘Ali Muhammad Ridha Asy-Syairazi

Mirza ‘Ali adalah orang Yahudi yang menyamar sebagai Muslim. Ia tinggal di Iran. Ia berbaur di kalangan Syi’ah Imamiyah. Pada tahun 1844 Mirza Ali memproklamirkan diri sebagai nabi. Ia mengaku sebagai, “Albab”, yang berarti pintu. Yaitu pintu bagi kaum Syi’ah atau seluruh umat Islam yang akan menyatukan mereka bersama imam yang ditunggu kedatangannya di akhir zaman. Ia juga mengaku sebagai jelmaan Tuhan. Ia penggagas ajaran Bahaiyah.

Ajaran Mirza ‘Ali yang paling populer adalah menyatukan agama. Ia mengajak umat manusia untuk keluar dari semua agama yang dianut dan membentuk satu agama. Menurutnya, ketiga agama yaitu Islam, Yahudi, dan Kristen adalah benar dan semuanya datang dari Allah. Selain itu ajaran Mirza Ali juga mengharamkan jihad.

Berkat aksinya itu, pada tahun 1850 Mirza divonis mati oleh pemerintah Iran yang saat itu dipimpin Shah Tibriz. Sementara, para pengikutnya melarikan diri ke Turki dan Palestina.

5. Thulaihah bin Khuwailid

Thulaihah adalah seorang dukun. Ia sangat disegani oleh kaumnya. Ketika Rasulullah SAW wafat, ia mengaku sebagi nabi yang menggantikan Muhammad SAW. Ia ciptakan ajaran baru. Menurutnya, manusia tak pantas sujud pada setiap shalat. “Kepala dan wajah diciptakan oleh Tuhan bukan untuk dihinakan dengan mencium bumi lima kali sehari semalam.” Ia pun menghapuskan kewajiban membayar zakat bagi orang kaya.

Ia pernah menghadap Abu Bakar As Shiddiq di Madinah. Ia meminta Abu Bakar mengakui kedudukannya sebagai nabi baru dan hidup bersama berdampingan. Permintaan itu ditolak dengan tegas. Saat itu juga Abu Bakar memberi instruksi kepada para sahabat untuk memeranginya. Akhirnya, terjadi peperangan antara pengikut Thulaihah dengan kaum Muslimin. Pengikut Thulaihah berhasil ditaklukan.
6. Ahmad Moshaddeq

Nama aslinya Abdussalam. Ia penggagas aliran al-Qiyadah al-Islamiyah. Moshaddeq mengaku sebagai nabi setelah melakukan meditasi di Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat selama 40 hari 40 malam. Puncaknya, pada malam ke 40, tepatnya 23 Juli 2006, Moshaddeq mengklaim mendapat wahyu dari Allah SWT.

Ajaran yang dibawa Moshaddeq ini dianggap sesat oleh MUI. Di antara kesesatan itu adalah shalat lima waktu dalam sehari diganti menjadi satu waktu, yakni shalat malam. Syahadat Muhammadurrasulullah diganti al-Masih al-Maw’ud rasulullah.

Sebelumnya Moshaddeq tercatat sebagai karyawan di Dinas Olahraga dan Pemuda DKI Jakarta. Ia juga sempat menjadi pelatih nasional bulutangkis. *

Sumber:http://danish56.blogspot.com/2011/02/inilah-beberapa-sejarah-dan-kisah-para.html#ixzz1L4gDCOqV

Lima Hal Yang Salah Tentang Islam, Yang Banyak Dipercaya Oleh Orang-Orang Amerika

| 0 comments

Oleh : Jacopo della Quercia (Penulis Situs Cracked.Com)

Seorang komentator konservatif baru-baru ini menjadi berita dengan mengklaim 10% dari seluruh dunia Muslim adalah teroris Klaim yang menakjubkan, mengingat jika itu benar ada 150 juta teroris dan jika masing-masing membunuh hanya 40 orang, mereka bisa memusnahkan seluruh kehidupan non-Muslim di bumi.

" Nah, jika ada satu hal yang menjadikan orang-orang berpikir ketika mereka mendengar "Cracked.com" itu "sahabat Islam." Itulah sebabnya kita merasa terdorong untuk mengklarifikasi beberapa kesalahpahaman bagi pembaca kami.

Juga, tidak ada cara untuk artikel ini akan datang kembali untuk menghantui kita dengan cara apapun.

5. Jika Anda adalah seorang wanita Muslim, Anda Harus MEmakai Jubah dan cadar

Bagi jutaan orang di Barat, ketika Anda mengatakan "Islam," citra mental pertama yang muncul di pikiran adalah ini:

Seorang wanita menutupi kepala sampai kaki dalam burqa.

Sebenarnya, jika Anda tiba-tiba bisa mengumpulkan semua wanita Muslim di planet ini ke dalam satu ruangan raksasa dan harus melemparkan bola kepada seseorang memakai burqa, itu akan mustahil untuk bias menyentuhnya.

But the whole whole hide-them-under-a-veil thing must be pretty big among Muslim communities, otherwise Europe wouldn't be all in in a dither over the things, pushing for bans and whatnot.

Tetapi tabir semuanya menyembunyikan-mereka-di bawah-a-keseluruhan pasti cukup besar antara masyarakat Muslim, dan Eropa jika tidak menjadi gentar atas hal-hal ini, mendorong mereka untuk melarannya

Bagaimanapun, Banyak Orang Amerika berpendapat bahwa Islam membenci perempuan - fakta bahwa Arab Saudi adalah satu-satunya negara di dunia yang benar-benar melarang perempuan dari mengemudi, atau bahwa hanya sebagian besar negara-negara Muslim masih menggunakan hukuman mati oleh rajam sebagai hukuman untuk perzinahan, menurut sebagian besar orang – Amerika membuktikan hal itu benar.

Tapi Sebenarnya ...

Berpikir bahwa semua perempuan muslim harus berpakaian seperti ini ...

.. Adalah seperti berpikir bahwa semua wanita Kristen harus berpakaian seperti ini:
. Foto itu berasal dari salah satu dari beberapa sekte Kristen kecil yang mengharuskan perempuan untuk berpakaian seperti itu Little House on Prairie.

Jadi misalnya, di Perancis mereka memiliki sekitar 3 juta perempuan Muslim.Berapa banyak menurut Anda yang mengenakan jilbab?. Karena mereka melakukan penelitian tentang itu. Ketika polisi Prancis memutuskan untuk mencari tahu berapa banyak burqa dan atau niqabs sedang dipakai di negara mereka, mereka menemukan jumlah... 367 .

Bukan 367.000, tetapi 367, jumlah sangat kecil sehingga dari sudut pandang statistik, itu hampir tidak cukup untuk didaftarkan sebagai margin kesalahan.

Adapun seluruh Eropa, angka-angka tersebut bahkan menjadi bencana lebih besar untuk bisnis burqa (misalnya, Belgia memiliki 500.000 Muslim, tapi hanya selusin pasangan mengenakan burqa).

Ya, ada negara Timur Tengah dimana kerudung diwajibkan oleh hukum (yaitu Iran dan Arab Saudi) dan gabungan negara-negara tapi hanya berjumlah kurang dari 5 persen umat Islam dunia.

Sebenarnya ada negara – Negara muslim yang melarang pemakaian cadar dan noqob saat wanita muslim melakukan aktifitas tertentu.

Mereka dapat melakukannya karena memakai cadar tidak diperlukan dalam Islam tapi lebih dari custom, tergantung di mana Anda tinggal dan siapa yang bertanggung jawab.

Berbicara tentang isu ini coba pikirkan: Dari lima negara berpenduduk mayoritas Muslim 4 dari nergara – Negara itu telah memilih perempuan sebagai kepala negara.

Jadi ada kemungkinan yang fantastis pada tahun 2012, Sarah Palin akan berkampanye untuk suatu pencapaian wanita muslim yang pernah dicapai sebelumnya di Negara – Negara mayoritas muslim
Kami yakin Megawati Sukarnoputri tahu Amerika Serikat tidak memiliki Departemen Hukum .

4. Bapak Pendiri Amerika Serikat Tidak Mau Bertoleransi Pada Islam

Sangat mudah untuk berdiri di atas sabun dan menggertak publik tentang apa yang Anda pikir bahwa Bapak Pendiri akan AS berpikir tentang Atheis, dan multicultural AS, ,

Hal ini setelah Orang – orang Kristen mengutuknya. Mereka pasti tidak akan tahan dengan semua ini dan tidak akan mentoleransi agama-agama teroris.



Adalah hal yang bagus bahwa sebagian orang Amerika bertahan dengan nilai – nilai kuno leluhur AS, mereka akan mengabaikan hokum untuk melawan hUkum islam dari mengambil alih AS, karena Islam telah menjadi begitu besar..

Tetapi sebenarnya ...

Bahkan jika mereka adalah orang Kristen setia, banyak dari para Bapak Pendiri Amerika memiliki kekaguman yang hebat tentang agama Islam.

Thomas Jefferson, misalnya, belajar sendiri bahasa Arab menggunakan salinan sendiri dari Quran dan menjadi tuan rumah di Gedung Putih pertama saat berbuka selama bulan Ramadhan.

John Adams memuji nabi Islam Muhammad sebagai salah satu Tokoh besar " Pencari kebenaran. "

" Benjamin Rush, yang begitu Kristen ia ingin sebuah Alkitab di setiap sekolah , juga mengatakan dia lebih suka mempertimbangkan untuk menanamkan pendapat Konfusius atau Mohammad " untuk ditanamkan pada generasi muda kita" daripada melihat mereka tumbuh tanpa suatu sistem tentang prinsip-prinsip agama."

Benjamin Franklin pernah mengatakan: "Bahkan jika Mufti Konstantinopel mengirim misionaris untuk berkhotbah tentang agama Islam kepada kami, ia akan mendapatkan tempat di Amerika."

Bahkan George Washington secara pribadi menyambut Muslim untuk datang bekerja untuknya di Gunung Vernon.

Jadi, mengapa semua Bapak Pendiri AS diatas mencintai orang – orang Islam ? Mungkin karena Sultan Mohammed ben Abdallah dari Maroko adalah tokoh dunia pertama yang mengakui kemerdekaan Amerika Serikat dari Inggris pada tahun 1777.

Alasan lain adalah bahwa Bapak Pendiri cukup pintar untuk membedakan antara yang benar-benar teroris dan yang bukan, seperti ditunjukkan dalam Perjanjian Tripoli pada 1797.

" Saat itu di perjanjian ini bahwa AS menyatakan: "Pemerintah Amerika Serikat tidak, dalam arti, didirikan pada Agama Kristen, karena tidaklah memiliki karakter bermusuhan dengan hukum, agama, maupun ketentraman Mussulmen [muslim]. "

3. "Muslim” berarti "Arab"

Ingat bahwa bahwa ada wanita gila dengan rambut Einstein yang menanyakan pada John McCain jika Barack Obama adalah seorang Arab ?

Yah, mari kita menyegarkan ingatan Anda:

Kami bersedia untuk bertaruh bahwa kemungkinan maksud wanita ini mengatakan "Muslim" tetapi tidak sengaja ia kata "Arab" karena hal yang sama, kan?

Dan bahkan jika Anda tidak di kamp pesta minum teh, di mana Anda yakin "Arab" dan "Muslim" yang dipertukarkan, Anda mungkin telah dioperasikan di bawah asumsi yang sama: bahwa non-Yahudi Timur Tengah adalah orang Muslim dan yang paling Muslim tinggal di Timur Tengah.

Tetapi sebenarnya ...

Hanya sekitar 20 persen dari penduduk dunia Islam adalah Orang Afrika Utara dan Arab.

Sebagai perbandingan, sekitar 22 persen dari penduduk Kristen adaalah orang-orang Afrika , namun ketika seseorang mengatakan "Kristen," anda tidak akan membayang orang – orang negro kan?.Menyamakan "Muslim" dengan "Arab" tidak sepenuhnya benar.

Sementara kita di Barat telah dikondisikan dengan Islam diasosiasikan dengan Timur Tengah, Sebanyak 61,9 persen muslim tidak tinggal di Timur Tengah sama sekali; Muslim sebagian besar bermukim di wilayah Asia-Pasifik .

Indonesia sendiri merupakan rumah bagi lebih dari 200 juta Muslim, dan India dan Bangladesh bersama-sama memiliki kira-kira setengah milyar Muslim.

Sebagai contoh, jika Anda berpikir menjadi orang Arab Anda akan dijamin menjadi Muslim hari ini, hal itu tidak akan terjadi.sebanyak 10 persen populasi dari orang Arab adalah Kristen (lebih dari 14 juta orang)

Itu berarti lebih banyak 1 juta orang dari penduduk Yahudi yang hanya 13 juta

2. Budaya Barat Apakah Jauh Lebih Manusiawi daripada budaya Muslim ?


Bahkan sebelum terorisme hangat dibicarakan, Islam memiliki reputasi di Barat untuk kekerasan. Itu disinyalir karena islam dengan waktu yang cukup singkat menyebar ke suluruh dunia.

Sebagai contoh, Hinduisme butuh sekitar 1.000 tahun untuk menyebar melalui India, dan Kristen sekitar 400 tahun untuk berkembang dari kultus agama yang teraniaya senbelum menguasai Kekaisaran Romawi,

Islam pergi berkembang hanya dari visi satu orang menjadi kekuatan politik dan agama yang dominan di Tengah Timur dan Afrika Utara hanya dalam waktu sekitar 100 tahun.

Jadi banyak orang telah mencapai kesimpulan bahwa agama yang menyebar seperti api suci pasti dengan satu cara : pedang.

Bahwa untuk mencapai pencapaian yang demkian pesat dalam waktu singkat, orang Islam harus kejam, dan menjadi penakluk yang barbar,

Bahkan sebelum 9 / 11, Anda melihat gambaran ini menjadi budaya populer sepanjang waktu di mata orang barat:

Tetapi sebenarnya ...

Muhammad meletakkan beberapa aturan yang cukup progresif pada peperangan, pada abad pertengahan ketika Muslim berperang melawan orang kristen

Terutama karena Nabi Muhammad mengeluarkan "kode etik yang berbeda untuk para pejuang Islam" yang meliputi:

  • Tidak membunuh perempuan, anak-anak atau orang tak bersalah - ini termasuk pertapa, biksu atau pemimpin agama lainnya yang dianggap warga sipil;
  • Tidak membunuh ternak atau hewan lainnya;
  • Tidak boleh membakar atau perusakan pohon dan kebun, dan
  • Tidak merusak persediaan air.


Singkatnya Nabi Muhammad ingin pasukannya berperang gigih dengan santun dan beradab.

Tetapi keuntungan terbesar teritorial dibuat setelah kematian Muhammad, kan? Mungkin saat itulah Islam mendapatkan reputasi haus darah nya?

Tidak juga. Penggantinya dikondisikan mengikuti aturan yang ada dan menetapkan mereka sebagai standar untuk tentaranya.

Yang mungkin menjelaskan mengapa tentara Muslim ketika menaklukkan Eropa "menunjukkan tingkat toleransi tingginya, yang membuat negara Kristen banyak mendapat malu," kata seorang ahli.


Plus, mereka membangun berbagai macam bangunan bagus.

Jadi sementara tentara salib Kristen senang melakukan pemenggalan dan melemparkan kepala mereka seperti karung samaph, muslim memiliki kode kehormatan keseluruhan yang seperti saat mereka memberi makan tentara musuh-musuh yang telah dikalahkan .

1. Apakah Islam Terjebak di Abad Kegelapan


Sesungguhnya ada tiga stereotip negatif besar tentang Islam - membenci perempuan, radikal dan membenci segala jenis kemajuan ilmiah.

Kami telah membahas yang dua diatas, tapi bagaimana Anda berargumentasi terhadap ketiga? pemerintah mereka didasarkan pada teks-teks agama kuno! Dan wabaah apa yang bias di sembuhkan Iran ?


Tetapi sebenarnya ...

Dengan cara yang sama bahwa tidak semua orang Kristen Muda dan Modern, banyak Muslim modern melihat ruang untuk interpretasi dalam Quran.

Bahkan, 45 persen warga Muslim Amerika di salah satu jajak pendapat mengatakan bahwa mereka melihat evolusi sebagai "penjelasan terbaik bagi asal usul kehidupan manusia di Bumi," yang tidak begitu lusuh, mengingat hanya 24 persen dari Kristen evangelis percaya.

Persentase Muslim memeluk penjelasan ilmiah bagi asal usul kehidupan adalah hampir sama dengan Amerika sebagai (48 persen) keseluruhan.



Dan secara historis, mereka memiliki track record. Sains dan matematika seperti yang kita tahu, tidak akan ada tanpa Islam. Golden Age Islam menyebabkan revolusi di hampir setiap bidang pemikiran manusia, di mana mereka menciptakan aljabar - dan segala sesuatu yang maju ,dari geografi dan eksplorasi bagi seni, arsitektur , filsafat, pengembangan obat-obatan, penataan perkotaan dan kesehatan.

Kaum Muslim benar-benar datang dengan berbagi kecemerlangan ini dan benar-benar mempermalukan kerajaan Kristen Eropa,


sejak kekhalifahan Islam diselimuti setiap negara mereka kuasai dengan sekolah, perpustakaan, pekerjaan umum dan paling komprehensif sistem kesejahteraan sosial di planet ini .

Bahkan jika kekhalifahan berhasil menaklukkan seluruh Eropa ,Renaissance Italia akan tidak dibutuhkan .

Jadi, dengan itu.

Sekarang kita berharap para pembaca artikel sudi memberikan masukan, tanggapan dan kritikan atas artikel ini.

Sumber : http://danish56.blogspot.com/2010/12/lima-hal-yang-salah-tentang-islam-yang.html#ixzz1L4fih5qs

Kisah Kucing Kesayangan Nabi SAW, dan Keistimewaan Kucing Dalam Islam

| 0 comments

 
Didalam perkembangan peradaban islam, kucing hadir sebagai teman sejati dalam setiap nafas dan gerak geliat perkembangan islam.

Diceritakan dalam suatu kisah, Nabi Muhammad SAW memiliki seekor kucing yang diberi nama Mueeza. Suatu saat, dikala nabi hendak mengambil jubahnya, di temuinya Mueeza sedang terlelap tidur dengan santai diatas jubahnya. Tak ingin mengganggu hewan kesayangannya itu, nabi pun memotong belahan lengan yang ditiduri Mueeza dari jubahnya. Ketika Nabi kembali ke rumah, Muezza terbangun dan merunduk sujud kepada majikannya. Sebagai balasan, nabi menyatakan kasih sayangnya dengan mengelus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak 3 kali.

Dalam aktivitas lain, setiap kali Nabi menerima tamu di rumahnya, nabi selalu menggendong mueeza dan di taruh dipahanya. Salah satu sifat Mueeza yang nabi sukai ialah ia selalu mengeong ketika mendengar azan, dan seolah-olah suaranya terdengar seperti mengikuti lantunan suara adzan.

Kepada para sahabatnya, nabi berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan, layaknya menyanyangi keluarga sendiri.

Hukuman bagi mereka yang menyakiti hewan lucu ini sangatlah serius, dalam sebuah hadist shahih Al Bukhori, dikisahkan tentang seorang wanita yang tidak pernah memberi makan kucingnya, dan tidak pula melepas kucingnya untuk mencari makan sendiri, Nabi SAW pun menjelaskan bahwa hukuman bagi wanita ini adalah siksa neraka.

Tak hanya nabi, istri nabi sendiri, Aisyah binti Abu Bakar Ash Shiddiq pun amat menyukai kucing, dan merasa amat kehilangan dikala ditinggal pergi oleh si kucing. Seorang sahabat yang juga ahli hadist, Abdurrahman bin Sakhr Al Azdi diberi julukan Abu Hurairah (bapak para kucing jantan), karena kegemarannya dalam merawat dan memelihara berbagai kucing jantan dirumahnya.


Penghormatan para tokoh islam terhadap kucing pasca wafatnya Nabi SAW.

Dalam buku yang berjudul Cats of Cairo, pada masa dinasti mamluk, baybars al zahir, seorang sultan yang juga pahlawan garis depan dalam perang salib sengaja membangun taman-taman khusus bagi kucing dan menyediakan berbagai jenis makanan didalamnya. Tradisi ini telah menjadi adat istiadat di berbagai kota-kota besar negara islam. Hingga saat ini, mulai dari damaskus, istanbul hingga kairo, masih bisa kita jumpai kucing-kucing yang berkeliaran di pojok-pojok masjid tua dengan berbagai macam makanan yang disediakan oleh penduduk setempat.



Pengaruh Kucing dalam Seni Islam.
Pada abad 13, sebagai manifestasi penghargaan masyarakat islam, rupa kucing dijadikan sebagai ukiran cincin para khalifah, termasuk porselen, patung hingga mata uang. Bahkan di dunia sastra, para penyair tak ragu untuk membuat syair bagi kucing peliharaannya yang telah berjasa melindungi buku-buku mereka dari gigitan tikus dan serangga lainnya.

Kucing yang memberi inspirasi bagi para sufi.

Seorang Sufi ternama bernama ibnu bashad yang hidup pada abad ke sepuluh bercerita, suatu saat ia dan sahabat-sahabatnya sedang duduk santai melepas lelah di atas atap masjid kota kairo sambil menikmati makan malam. Ketika seekor kucing melewatinya, Ibnu Bashad memberi sepotong daging kepada kucing itu, namun tak lama kemudian kucing itu balik lagi, setelah memberinya potongan yang ke dua, diam-diam Ibnu Bashad mengikuti kearah kucing itu pergi, hingga akhirnya ia sampai disebuah atap rumah kumuh, dan didapatinya si kucing tadi sedang menyodorkan sepotong daging yang diberikan Ibnu Bashad kepada kucing lain yang buta kedua matanya. Peristiwa ini sangat menyentuh hatinya hingga ia menjadi seorang sufi sampai ajal menjemputnya pada tahun 1067.


Selain itu, kaum sufi juga percaya, bahwa dengkuran nafas kucing memiliki irama yang sama dengan dzikir kalimah Allah.


Cerita yang dijadikan sebagai sauri tauladan

Salah satu cerita yang cukup mahsyur yaitu tentang seekor kucing peliharaan yang dipercaya oleh seorang pria, untuk menjaga anaknya yang masih bayi dikala ia pergi selama beberapa saat. Bagaikan prajurit yang mengawal tuannya, kucing itu tak hentinya berjaga di sekitar sang bayi. Tak lama kemudian melintaslah ular berbisa yang sangat berbahaya di dekat si bayi mungil tersebut. Kucing itu dengan sigapnya menyerang ular itu hingga mati dengan darah yang berceceran.

Sorenya ketika si pria pulang, ia kaget melihat begitu banyak darah di kasur bayinya. Prasangkanya berbisik, si kucing telah membunuh anak kesayangannya! Tak ayal lagi, ia mengambil pisau dan memenggal leher kucing yang tak berdosa itu.

Tak lama kemudian, ia kaget begitu melihat anaknya terbangun, dengan bangkai ular yang telah tercabik di belakang punggung anaknya. melihat itu, si pria menangis dan menyesali perbuatannya setelah menyadari bahwa ia telah mebunuh kucing peliharaannya yang telah bertaruh nyawa menjaga keselamatan anaknya. Kisah ini menjadi refleksi bagi masyarakat islam di timur tengah untuk tidak berburuk sangka kepada siapapun.

Hukum membunuh kucing

Tahukah agan Nabi Muhammad saw juga membela kucing?
Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra.:
Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Seorang wanita disiksa karena mengurung seekor kucing sampai mati. Kemudian wanita itu masuk neraka karenanya, yaitu karena ketika mengurungnya ia tidak memberinya makan dan tidak pula memberinya minum sebagaimana ia tidak juga melepasnya mencari makan dari serangga-serangga tanah. (Shahih Muslim No.4160)
dan Dalam syariat Islam, seorang muslim diperintahkan untuk tidak menyakiti atau bahkan membunuh kucing, berdasarkan hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari kisah Abdullah bin Umar[1] dan Abu Hurairah.[2]


Adakah manfaat kucing bagi dunia ilmu pengetahuan?

Salah satu kitab terkenal yang ditulis oleh cendikia muslim tempo dulu adalah kitab hayat al hayaawan yang telah menjadi inspirasi bagi perkembangan dunia zoologi saat ini. Salah satu isinya mengenai ilmu medis, banyak para dokter muslim tempo dulu yang menjadikan kucing sebagai terapi medis untuk penyembuhan tulang, melalui dengkuran suaranya yang setara dengan gelombang sebesar 50 hertz. Dengkuran tersebut menjadi frekuensi optimal dalam menstimulasi pemulihan tulang.

Tak hanya ilmu pengetahuan, bangsa barat juga banyak membawa berbagai jenis kucing dari timur tengah, hingga akhirnya kepunahan kucing akibat mitos alat sihir di barat dapat terselamatkan.

Kucing “Muqawwamah”: Kucing Palestina yang Dipenjara di Sel Khusus Israel

Jika boleh iri, kaum muslimin mungkin harus iri kepada kucing Palestina. Pasalnya, ditengah ketidakmampuan kita ikut membela saudara-saudara kita di Palestina yang kini sedang berjuang mempertahankan Masjidil Aqsha dari ancaman israel, justru seekor kucing tampil sebagai pahlawan. Kucing itu dinilai zionis-israel dapat membangkitkan perlawanan (muqawwamah).

Sebagaimana dikutip situs www.maannews.net, zionis-israel telah memenjarakan seekor kucing Palestina. Kucing ini dinilai menjadi penghubung di sel isolasi di kamp tahanan pejuang-pejuang Palestina di Negev.
Menurut pejabat israel, kucing tersebut membantu para tahanan dengan membawa barang-barang ringan seperti surat, roti dan lainnya dari satu sel ke sel lain. Peran itu dimainkan si kucing selama berbulan-bulan, sebelum akhirnya ketahuan.

Penjaga penjara Negev lalu menjebloskan kucing itu ke dalam sel khusus. Nah, siapa bersedia menjenguk kucing yang pintar ini? Adakah kira-kira pengacara dermawan yang akan membelanya?
Cholis Akbar/Suara Hidayatullah

Sumber:http://danish56.blogspot.com/2011/04/kisah-kucing-kesayangan-nabi-saw-dan.html#ixzz1L4dxAz9d

Tips Trik Ngakalin ReCaptcha (Image VerificatioN)

| 0 comments

MOHON DIPERHATIKAN


Disitu dicantumkan dua tujuan utama penggunaan recaptcha adalah :

1. Menghadang penggunaan bot / auto script yg membanjiri kaskus
2. Membantu proyek digitalisasi buku sejarah

Terkait point no.2 , saya harus menekankan bahwa apa yg akan dibahas dibawah ini SEBAIKNYA TIDAK DILAKUKAN

Paling2 gunakan saja apabila menghadapi kasus brutal dimana kata-nya bener2 amburadul tak dibaca, misalnya ini :

Selain itu tujuan saya menulis bahasan ini adalah untuk lebih mengenali juga soal recaptcha ini, walopun mungkin dari sisi "gelap" nya, So, ingat, dukung proyek digitalisasi buku2 sejarah ini melalui penggunaan recaptcha yg baik dan benar.
terimakasih banyak atas perhatiannya.
 Tahukah anda bahwa sebenernya ReCaptcha cuma membutuhkan input SATU KATA saja, sedangkan kata lainnya cuma dummy, Seninya disini adalah menentukan mana kata yg valid dan yg dummy


Terus terang, kesabaran gw terkait ReCaptcha ini sudah mulai habis.Saat ini (akhir April), valid word yg dipakai dalam ReCaptcha cukup sulit dibaca ~ bahkan oleh orang yg memiliki penglihatan normal.
Ga kebayang deh untuk rekan2 kita yg mengalami kekurangan penglihatan

Coba kita lihat samples ini :

Dalam dua contoh diatas, kata yg valid adalah kata yg tampak buram / berbayang dan sulit dibaca, sedangkan kata yg jelas terbaca adalah kata dummy-nya.At least ini mempermudah kita untuk memilih kata yg valid : CUKUP TULIS KATA YG BERBAYANG AJA

Tapi sekarang gw terpaksa mempertanyakan untuk apa Google mempersulit kita dalam mengisi ReCaptcha-nya ? Kenapa tidak memakai kedua kata yg mudah dibaca ?Emangnya enak dikadalin Google ??

Mari kita berharap semoga pola baru ini tidak berlangsung lama (seperti dulu saat ReCaptcha memakai pola kata yg bercorak putih), karena IMO walaupun tanpa pola kata yg sulit dibaca ini pun, ritual mengisi inputan ReCaptcha adalah sebuah pekerjaan yg menjengkelkan dan membuang waktu ~ apapun alasannya


PENGENALAN DASAR :

1. KATA YG ANCUR2AN GA KEBACA

Kata yg amburadul ga jelas adalah 100% dummy.Cukup masukkan kata satunya lagi yg terbaca aja.


2. KATA YG MENGANDUNG KOMPONEN ANGKA

Walopun katanya jelas terbaca, tapi kalo semua/sebagian adalah ANGKA, maka itu dummy
Masukkan aja kata yg samasekali tak ada angkanya.


3. KATA YG MENGANDUNG TANDA BACA / SIMBOL

Walopun katanya jelas terbaca, tapi kalo ada tanda baca ato simbol (koma, titik dua, tanda kutip, dash, titik ~ apapun) maka itu dummy.Anda hanya memerlukan kata yg bersih tanpa tanda baca.


4. KATA YG MENGANDUNG WARNA PUTIH

Sekarang ada varian baru : Apabila salah satu katanya ada yg mengandung WARNA PUTIH, maka itu adalah kata yg VALID.Kata lainnya yg tercetak hitam biasa adalah dummy. So, cukup masukkan kata yg mengandung warna putihnya saja seperti contoh diatas.


PENGENALAN LANJUTAN : BUT WHAT IF ...

1. KEDUA KATANYA TERLIHAT VALID ?

Kalo ada satu kata yg cuma terdiri dari 3 ato 4 huruf, sedangkan kata lainnya jauh lebih panjang, maka kemungkinan besar kata yg lebih dikit hurufnya adalah dummy


2. KEDUA KATANYA TERLIHAT VALID DAN JUMLAH HURUFNYA HAMPIR SAMA ?
 
1. Pilih kata yg tidak lazim ato tidak memiliki arti
Seringkali, kata yg punya arti adalah dummy ~ walopun tidak selalu

Pada sample pertama diatas, yg valid adalah bscian (apaan tuh ?), sedangkan school (kata yg umum) adalah dummy word.

Pada sample kedua, yg valid adalah ureter (istilah biologi yg tidak umum dipakai sehari2), sedangkan citizen (kata yg umum) adalah dummy word.

2. Pilih kata yg font nya lebih tebal / bold
seringkali, yg bold adalah kata valid, yg tipis adalah dummy seperti kedua contoh diatas ~ walopun tidak selalu

TAMBAHAN

1. NON-CASE SENSITIVE

Kata yg valid ini non case-sensitive, jadi agan bisa abaikan soal huruf besar-kecilnya. Di contoh ini saya sengaja pake huruf besar-kecil tak beraturan, dan dianggap benar ~ asalkan hurufnya tepat.


2. TOLERANSI KESALAHAN


Pada kata yg valid, tidak udah mengetikkan seluruh hurufnya ~ max. 1 huruf yg hilang akan tetap dianggap benar.Misalnya disini kata yg valid adalah trupper, tapi saia hanya memasukkan kata truppe (sengaja tidak lengkap 1 huruf ) dan masih dianggap benar, Juga di sample ke-2, kata valid nya adalah tooply, tapi apabila diketik toopli maka masih dianggap benar juga.Hanya aja kalo udah sampe 2 huruf / lebih yg hilang ato diganti, maka langsung dianggap salah


3. MENGGANTI DUMMY WORD

Bisa juga memasukkan kata kedua secara RANDOM sesuai pilihan agan ~ asalkan kata yg benarnya udah dimasukin, maka kata kedua yg merupakan dummy tak akan diperhatiin ama komputer
Misalnya disini saia masukin kata dummy nya adalah fuck

Tapi sebaiknya ini tidak dilakukan karena bisa berpotensi mengacaukan proses digitalisasinya.
Lebih baik dikosongkan saja daripada diisi asal2an, ok ?


4. RESET BUTTON

Saat semua jalan telah gagal, berarti agan memang lagi apes, pencet reset button recaptcha nya dech.


5. AYOH BERLATIH !

Google ternyata menyediakan juga tempat untuk berlatih ReCaptcha, Coba kunjungi kesini : http://www.google.com/recaptcha/demo/


Disini agan bisa berkali2 mencoba tanpa batas.Cukup ketik input nya dan klik tombol submit, nanti akan langsung dikasih tau apakah correct ato incorrect.


KESIMPULAN :

  • Cukup masukkan SATU kata yg jelas terbaca / tanpa tanda baca / tanpa komponen angka / mengandung warna putih
  • Penggunaan hurufnya adalah non-case sensitive, dan ada toleransi kesalahan max. 1 huruf
  • Kalo masih sering salah juga, berlatihlah lebih banyak di tempat yg disediakan Google

Sumber: http://danish56.blogspot.com/2011/04/tips-trik-ngakalin-recaptcha-image.html#ixzz1L4aRB5Sg

Hasil Kualifikasi MotoGP Portugal 2011

| 0 comments

Hasil Kualifikasi MotoGP Portugal:
1. Jorge Lorenzo  Yamaha Factory Racing  1m 37.161s
2. Marco Simoncelli  San Carlo Honda Gresini 1m 37.294s
3. Dani Pedrosa  Repsol Honda Team 1m 37.324s
4. Casey Stoner  Repsol Honda Team 1m 37.384s
5. Ben Spies  Yamaha Factory Racing 1m 37.866s
6. Andrea Dovizioso  Repsol Honda Team 1m 38.073s
7. Colin Edwards  Monster Yamaha Tech 3 1m 38.080s
8. Cal Crutchlow  Monster Yamaha Tech 3 1m 38.189s
9. Valentino Rossi  Ducati Marlboro Team 1m 38.271s
10. Hector Barbera  Mapfre Aspar Team 1m 38.363s
11. Hiroshi Aoyama  San Carlo Honda Gresini 1m 38.497s
12. Karel Abraham  Cardion AB Motoracing 1m 38.786s
13. Nicky Hayden  Ducati Marlboro Team 1m 38.922s
14. Loris Capirossi  Pramac Racing Team 1m 38.934s
15. Alvaro Bautista  Rizla Suzuki MotoGP 1m 39.172s
16. Randy de Puniet  Pramac Racing Team 1m 39.378s
17. Toni Elias  LCR Honda MotoGP 1m 39.894s

Not very Abbey: Cart-wheeling verger carpeted by clerics after becoming wedding web sensation

| 0 comments

By JONATHAN PETRE


The Westminster Abbey verger who became an internet sensation after cart-wheeling down the nave following the Royal Wedding has been rebuked by senior staff.

Sources at the Abbey said the man was feeling ‘fairly chastened’ after his impromptu display of acrobatics was caught on film.

Although he is unlikely to face any formal disciplinary action, Abbey staff have warned him not to speak publicly about the incident.


Flipping good time: Verger Ben Sheward lands with a smile after the wedding went without any hitches


While the Abbey has refused to identify him, sources have disclosed he is Ben Sheward, who lives in South London.

The sources said Mr Sheward is believed to have worked at the Abbey for ten years, and he has previously been pictured welcoming new choirboys by sharing sweets with them.

According to some sources, he has studied music in New Zealand and is an expert on the composer Edward Elgar.


Splendour: Only an hour earlier, the new Duchess of Cambridge was was being walked down the aisle


Mr Sheward waited until some 1,900 guests had left the Abbey before seizing his chance to cartwheel down the red carpet that William and Kate had just walked along for the first time as a married couple.

In the clip, the black-cassocked verger is shown strolling down the carpet.

As a number of apparent stragglers from the wedding service look on, he embarks on one cart-wheel, smiles, and then squeezes in at least one other before disappearing out of shot.

ITV cameras caught his antics, which were beamed to millions of viewers around the world, ensuring the unsuspecting verger became an international celebrity


Spectacle: As well as billions who saw it on TV, thousands watched the occasion from outside the Abbey


The clip had already attracted 100,000 internet hits yesterday, and comments on various websites had come from as far afield as the United States and Australia. One said: ‘I think this self-publicist should be sacked!’ Most, however, praised him.

A Westminster Abbey spokesman said: ‘The verger, like all of us, was very pleased the service had gone according to plan, and was expressing his exuberance.’ He emphasised that the incident occurred some time after the wedding had finished.


Sight to behold: Prince William and Kate emerge from the Abbey... it was enough to make one man cart-wheel


The Royal Wedding - Cartwheeling Verger



source: dailymail

 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.