Apakah Selebriti Memang Membantu MotoGP?

Monday, December 20, 2010

Seperti yang kamu tau, Paris Hilton belakangan ini menjadi selebriti yang terjun ke kancah balapan Grand Prix. Motivasinya untuk terjun di dunia ini belum jelas, yang jelas dia memiliki sebuah tim di kelas 125cc tahun depan, tapi siapa yang tahu, apakah dia bisa bertahan lama?

Kemungkinan hubungan antara pewaris tahta kelas atas dan dunia balap motor yang getir ini tidak akan bertahan lama. Tidak ada satupun hubungannya yang terlihat seperti itu. Tapi hal tersebut bukanlah masalah pada saat ini. Yang lebih utama adalah kedatangannya ke dunia balap membawa Rossano Brazzi, yang telah lama tidak menjadi crew chief sejak Aprilia menghentikan hubungan langsung pabrikannya dalam kelas ini.

Sebelum Paris Hilton, kita melihat Vasco Rossi, penyanyi asal Italia, yang telah memenangkan juara dunia 125cc dengan Roberto Locatelli pada tahun 2000, Eros Ramazzotti yang merupakan penyanyi Italia juga, Clarence Seedorf (pemain bola asal Belanda), dan Francesco Totti (pemain bola asal Italia), yang nyaris mendapat gelar juara dunia dengan Mattia Pasini pada tahun 2005. Yang paling akhir adalah aktor Hollywood Antonio Banderas, yang mengisi debut di kategori Moto2. Sayangnya mereka dikabarkan baru saja kehilangan sponsor utama dan telah mengundurkan diri dari kejuaraan musim depan.

Jadi terlihat nyata bahwa selebritis tidak keberatan meminjamkan namanya kepada suatu tim, namun tidak dengan meminjamkan uang mereka, terbukti dari kasus Banderas tadi. Jadi rencana jangka panjang apa yang mereka miliki untuk tim? Biasanya tidak ada. Mereka hanya tertarik dengan publikasi dan promosi dirinya sendiri.

Masalah di MotoGP terlepas dari keterlibatan VIP, kategori ini mengalami krisis kredibilitas. Saat ini grid MotoGP hanya diisi oleh 17 pembalap, sponsor pada kabur, tim hanya bertahan dengan dukungan yang diberikan oleh Dorna, dan sedikit sekali investor yang tertarik di olahraga ini. Mereka melakukan segala hal hanya untuk mencegah agar sponsor yang ada saat ini tidak pergi karena adanya perubahan regulasi. Dalam kurun waktu kurang dari sepuluh tahun, kelas ini telah berevolusi dari 500cc 2-tak menjadi 1000cc 4-tak, yang kemudian diturunkan menjadi 800cc (dimaksudkan untuk menghemat biaya, ternyata malah menambah biaya), dan akan kembali ke 1000cc pada tahun 2012.

Moto2 yang merupakan kategori baru, penuh dengan rumor dan ketidakjelasan terhadap regulasi yang dikeluarkan pada Januari 2010 yang lalu. Moto3 yang akan dimulai pada tahun 2012, kelihatannya sudah memiliki struktur yang baik, tapi masih simpang siur mengenai siapa yang akan menjadi pemasok mesin.

Jadi apa yang kita harapkan dari olahraga kita ini untuk masa depan? Rencana apa yang dimiliki organizer dan investor untuk 10 tahun mendatang? Saat ini rasanya mereka akan melakukan apapun untuk bisa bertahan dengan keberuntungannya pada satu orang, bukanlah Carmelo Ezpeleta, tapi Valentino Rossi. Sementara mereka menunggu Rossi memutuskan berapa lama dia akan tetap membalap, biaya akan terus naik dan sejumlah logo di fairing motor akan terus menghilang.

Pastinya tidak ada seorangpun yang ingin melihat perhatian di olahraga kita ini menguap begitu saja, jadi kita harus meminta bantuan, lebih baik kepada investor beneran dan bukan selebriti.

No comments:

Post a Comment


 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.