Wallpaper Cristiano Ronaldo

Saturday, January 16, 2010 | 0 comments



Bagaimana Nasib Doni Tata Tahun Ini?

Friday, January 15, 2010 | 0 comments


Di antara perkara bisnis dan idealisme sport. Di situlah Doni Tata Pradipta berada. Padahal perjalanan karier Doni merupakan satu contoh kasus pembibitan atlet yang disupport pabrikan. Sayang, proses yang belum membuahkan hasil memuaskan, justru menjadi preseden buruk dari pembibitan dan penjenjangan pembalap motor di Tanah Air.


STOP DONI, GO ROSSI AND LORENZO


Kenapa layak dijadikan preseden buruk? Karena siapapun berharap, pembalap yang kadung nyemplung ke ajang internasional itu bisa terus eksis. Apalagi belum waktunya untuk memberi penilaian gagal terhadap Doni.

Namun setahun bergelut di ajang World Supersport (WSS), sudah menjadi dasar bagi PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) yang melambungkan Doni Tata, menarik diri sebagai sponsorship. Meski tak diakui karena prestasi, namun pemutusan aliran dana ini memang terjadi ketika pembalap asal Sleman ini tak menemui pencapaian memuaskan.

Tak heran, meski diberitakan penghentian support karena masalah dana dan justru sebaliknya, YMKI masih memiliki sejumlah uang yang cukup untuk memuluskan karier Doni Tata di WSS di musim 2010, pabrikan bermarkas di Pulogadung, Jaktim ini lebih memilih menggelontorkan arus kasnya pada tagline Yamaha Indonesia ‘Semakin Di Depan’ yang ditempel di motor Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo.

Sampai di sini bisa dimengerti sikap YMKI yang lebih memilih berpromosi di MotoGP. Jelas buat promosi, pemilihan itu lebih rasional ketimbang mensupport pembalap yang masih dalam proses. Pilihan di depan Yamaha telah membuat mereka memberikan keputusan, stop Doni, go for Rossi and Lorenzo.

Namun sayangnya, di luar kepentingan bisnis, ini menjadi preseden bagi manajemen untuk berhati-hati dalam menangani pembalap. Mereka harus berhadapan dengan kenyataan bahwa sponsor butuh prestasi dan harus terlihat dalam waktu singkat, sesuatu yang sulit untuk dipenuhi bagi kebanyakan tim dan pembalap.
Terlebih jika sponsor memiliki option lain yang lebih menguntungkan seperti terjadi pada Yamaha. Toh, meski pahit, ini menjadi pelajaran berharga bahwa mencetak pembalap world class butuh energi cadangan. 

Lantas bagaimana posisi Doni sendiri terlihat dari luar tim? Diakui atau tidak, Doni dan manajemen berada dalam pressure, antara ingin berprestasi di ajang bergengsi sesuai kelasnya dan harus menerima realitas bahwa langkahnya harus tersandung. Di satu sisi, eksistensi di WSS memang mampu membuat ia kian matang dan berpotensi menaikkan nilai jualnya di mata sponsor.

Di sisi lain, IndoProm, manajemen Doni, harus mencari dan meyakinkan pengucur dana yang pastinya tak semudah membuka keran air. Kabarnya, Edmond Cho, manajer Doni, masih bersikeras memperjuangkan Doni untuk turun di WSS. Hingga tulisan ini diturunkan (5/1) pun, Edmond mengakui masih bernegosiasi dengan sponsor. ”Coba nanti kontak lagi, keputusannya masih besok,” ujarnya (4/1).

Satu-satunya peluang tetap eksis memang turun di FIM Asian Road Racing (FARRC) bersama ASH Motorsport. Apalagi ASH membuka pintu untuk Doni.  Meski tak ada yang mau buka mulut lebar soal ini, namun Doni sempat dikabarkan akan dititipkan oleh Yamaha kepada ASH.

Entah apa maksud dititipkan, tetapi ini merupakan salah satu upaya menyelamatkan nasib pembalap kelahiran 1990 itu. Namun hal ini dibantah oleh Eddy Syaputra, manajer tim ASH Motorsport. ”Ada wacana begitu, kita sih enggak keberatan. Tapi udah lama enggak ada pembicaraan lagi dengan Yamaha atau IndoProm,” ujarnya. 

Memang, bukan kapasitas Doni bermain di kelas yang persaingannya jauh lebih kendur. Meski di sini pula Doni justru harus lebih tertantang untuk menunjukkan kelasnya. Karena tak ada kata disusul, disalip atau disodok oleh pembalap seperti Dwi Satria atau Hendriansyah yang tergabung dalam ASH U-Mild Motorsport.

Dengan kata lain, Doni tetap saja berada di tengah tekanan. Ke WSS ia harus membuktikan diri bahwa ia bukan pembalap baris belakang, sementara jika ke FARRC ia harus menunjukkan kemenangan.
Tentunya, kondisi ini harus disikapi secara positif oleh Doni dan manajemen. Karena inilah realitas balap di mana pressure, pujian, cemoohan, taktik dan strategi silih berganti menghampiri. Ya, inilah salah satu babak yang menentukan dalam perjalanan karier Doni.


Sumber http://www.otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=otosport/Content/0/0/1/7/8523

Sambaran Halilintar

Friday, January 1, 2010 | 0 comments

Tanggal 27 Desember, Pekanbaru diguyur hujan lebat. Alam benar-benar menampakkan keganasannya, petir menggelegar dan berusaha menyambar alat-alat listrik yang terhubung ke stopkontak (hahay..Cikiciw..!). Biasanya kalo ujan lebat gini, semua alat listrik dicabut dari sarangnya (soketnya, hehe), kecuali kulkas dan pompa air. Oh ya, kabel telepon juga jangan lupa dicabut untuk menghindari sambaran petir yang usil. Karna pengalamanku, petir telah merusak 2 unit pesawat telepon di rumahku (Jadi kolektor telpon rusak dah, wakakakak).

Tanggal 27 emang apes seperti nomornya Stoner (#27). Saat aku lagi menikmati tidur siangku dengan udara sejuk, tiba-tiba aku dikejutkan dengan suara petir yang menggelegar. Sontak aku terbangun, tapi tidur lagi (asyik..!!). Sorenya aku nyalain laptop, berniat untuk browsing melihat berita terbaru dari dunia MotoGP. Saat aku ingin nyolokin adaptor modem ke stopkontak, betapa kagetnya aku. Lha koq adaptor modemku masih tertancap di soket listrik. Aku kaget setengah bingung (begitulah kira-kira ekspresiku saat itu), karna aku selalu mencabut adaptor modem setelah internetan.

Aku coba nyalain modem, eh lampu indikatornya menyala redup. Trus modem dan adaptornya pun cepat panas dan ngeluarin bau khas (bau papan sirkuit terbakar, haruuum.!!). Padahal biasanya gak pernah gitu lho. Ternyata betul beberapa kali aku coba, modemnya lemes dan gak mau nge-ping ke server. Malemnya aku coba lagi. Alhamdulillah, ternyata modemnya rusak. Hehehe...

Ya sudahlah, tinggal beli baru aja koq repot (kan gitu kata Gus Dur!). Satu kali kesalahan saja ternyata bisa fatal akibatnya. Ini merupakan pelajaran berharga (berharga 300 ribu buat beli modem baru, hahaha), bukan hanya dalam urusan elektrikal - tapi juga dalam segala hal. Jadi lakukanlah sesuatu yang benar dengan cara yang benar.

Privacy Policy

| 0 comments

Privacy Policy for otobizz.blogspot.com

If you require any more information or have any questions about our privacy policy, please feel free to contact us by email at waneka81@gmail.com.

At otobizz.blogspot.com, the privacy of our visitors is of extreme importance to us. This privacy policy document outlines the types of personal information is received and collected by otobizz.blogspot.com and how it is used.

Log Files
Like many other Web sites, otobizz.blogspot.com makes use of log files. The information inside the log files includes internet protocol ( IP ) addresses, type of browser, Internet Service Provider ( ISP ), date/time stamp, referring/exit pages, and number of clicks to analyze trends, administer the site, track user’s movement around the site, and gather demographic information. IP addresses, and other such information are not linked to any information that is personally identifiable.

Cookies and Web Beacons
otobizz.blogspot.com does use cookies to store information about visitors preferences, record user-specific information on which pages the user access or visit, customize Web page content based on visitors browser type or other information that the visitor sends via their browser.

DoubleClick DART Cookie
.:: Google, as a third party vendor, uses cookies to serve ads on otobizz.blogspot.com.
.:: Google's use of the DART cookie enables it to serve ads to users based on their visit to otobizz.blogspot.com and other sites on the Internet.
.:: Users may opt out of the use of the DART cookie by visiting the Google ad and content network privacy policy at the following URL - http://www.google.com/privacy_ads.html

Some of our advertising partners may use cookies and web beacons on our site. Our advertising partners include ....
Google Adsense


These third-party ad servers or ad networks use technology to the advertisements and links that appear on otobizz.blogspot.com send directly to your browsers. They automatically receive your IP address when this occurs. Other technologies ( such as cookies, JavaScript, or Web Beacons ) may also be used by the third-party ad networks to measure the effectiveness of their advertisements and / or to personalize the advertising content that you see.

otobizz.blogspot.com has no access to or control over these cookies that are used by third-party advertisers.

You should consult the respective privacy policies of these third-party ad servers for more detailed information on their practices as well as for instructions about how to opt-out of certain practices. otobizz.blogspot.com's privacy policy does not apply to, and we cannot control the activities of, such other advertisers or web sites.

If you wish to disable cookies, you may do so through your individual browser options. More detailed information about cookie management with specific web browsers can be found at the browsers' respective websites.

Disclaimer

| 0 comments

All About Speed no private hosting the video and use 3rd site hosting. All videos are uploaded by automania to video hosting sites like Multiply, Youtube, DailyMotion etc. Our mission is to organize those videos and to make your search for the latest video highlight easier.

If you are concerned about copyrighted material appearing in this site, we suggest that you contact the site that is hosting the video and have it removed from there. Once the content is removed from the website hosting, it will automatically be removed from All About Speed.

Rossi Waspadai Spies

Tuesday, December 29, 2009 | 0 comments

Meski baru akan menjalani debutnya secara penuh di MotoGP, nama Ben Spies sudah cukup diperhitungkan. Sang juara bertahan Valentino Rossi merasa harus waspada terhadap rider asal Amerika Serikat ini.

Secara resmi Spies baru akan berlaga di kasta tertinggi pada musim 2010. Pembalap yang memang sudah menyita perhatian dunia dengan gelar juara World Superbike 2009 di tahun debutnya itu akan bergabung dengan Yamaha Tech 3.


Sebelumnya dia pernah menjajal atmosfer MotoGP sebagai pembalap wildcard pada tahun 2008 bersama Suzuki dan Yamaha di tahun 2009 pada seri terakhir di Valencia. Dalam ujicobanya itu khusunya di tahun ini Spies menujukkan performa menjanjikan di posisi ketujuh.

Hal tersebut lantas membuat Casey Stoner terkesan pada kemampuan Spies. Namun tak hanya pembalap asal Australia ini saja yang menaruh pernatian pada Spies.

Setelah sebelumnya merasa cukup penasaran, Rossi mengaku akan cukup mewaspadai Spies, lantaran pembalap kelahiran 11 Juli 1984 itu dinilai sebagai sebagai salah satu pesaing terberatnya.

"Dia telah mengejutkan banyak orang, termasuk saya. Dia telah melakoni balapan yang bagus di Valencia namun juga di luar lintasan semakin bertambah baik saja. Pastinya dia merupakan lawan berat lain yang dapat merepotkan di tahun depan," ujar The Doctor di MCN.


 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.