Lorenzo: "Kecemasan Pun Berakhir"

Thursday, June 4, 2009 | 0 comments

Pembalap Spanyol ini harus mengatasi rasa terlalu percaya dirinya yang membuatnya terjatuh setelah memulai balapan dari pole position di depan publik fansnya sendiri saat balapan di Jerez. Ternyata benar bahwa rookie of the year pada tahun 2008 ini kehilangan rasa percaya dirinya pada sesi pemanasan di pagi hari sebelum balapan dan hanya berada pada urutan ketiga belas dengan kondisi trek yang basah. Namun kembali berjuang sekuat tenaga pada saat balapan berlangsung dan mampu menempati posisi kedua saat menyentuh garis finis.


“Banyak sekali kejadian yang terjadi dan ini adalah balapan yang gila. Setelah sesi pemanasan aku jadi sangat khawatir karna aku gak mendapatkan feeling yang bagus untuk cepat di trek basah, tapi kemudian aku jadi lebih khawatir setelah crash di sighting lap sebelum balapan dimulai. Karna aku pikir aku akan mulai dari posisi paling belakang. Aku memulai balapan dengan cukup buruk karena ban belakangku sliding terlalu banyak dan kemudian aku sangat sulit untuk mengingat segala sesuatu karena balapan seperti sebuah film.”

Lorenzo juga sangat berterimakasih kepada timnya untuk usaha keras mereka yang membetulkan motor utamanya dengan cepat dan menyiapkannya untuk pertengahan balapan. Pembalap dengan nomor 99 mengungkapkan, “Aku harus mengucapkan terima kasih buanyak untuk semua anggota tim yang membetulkan motor yang rusak dengan waktu yang singkat, itu adalah hal yang brilian dan setelah aku menukar motor segalanya jadi berubah. Sejak itu aku mendapatkan irama balap yang bagus dan aku bisa tetap bertarung hingga akhir dan mendapatkan posisi kedua. Ini adalah balapan yang sangat hebat karena segala hal bisa saja lebih buruk pada hari ini, jadi terimakasih lagi kepada setiap anggota tim. Aku sangat gembira dengn hasil ini.”

Bisa finis di depan Valentino Rossi yang merupakan legenda balap motor merupakan idaman dari semua pembalap, dan Lorenzo telah mendapatkannya hanya dengan waktu yang singkat. Balapan berikutnya di tanah Spanyol, apakah Lorenzo bisa menebus hasil buruknya di Jerez pada putaran sebelumnya..?? Apakah harus memberikan podium pertama kepada para pesaing lainnya..?? Nantikan balapan berikutnya.

Rossi: "Penting Untuk Naik Podium Disini...!!"

Tuesday, June 2, 2009 | 0 comments

Rossi yang mengincar podium utama di GP Italia ini harus mengurungkan niatnya setelah kondisi semi basah pada saat balapan berlangsung. Pembalap legendaris berumur 30 tahun ini sebelumnya tidak pernah sukses di balapan yang mengharuskannya untuk mengganti motor, namun kali ini The Doctor tampil relatif mulus jika dibandingkan dengan performanya di GP Perancis dua pekan yang lalu.

Juara dunia 6 kali di kelas MotoGP ini menjelaskan bagaimana balapan berlangsung di Mugello, "Sebelumnya aku gak pernah bisa mendapatkan podium saat balapan dengan jenis ini (flag-to-flag-Red), jadi ini adalah pertama kalinya aku bisa mendapatkan podium saat harus menukar motor. Ini adalah balapan yang bagus untukku setelah aku mendapatkan setelan basah yang bagus pada 20 menit sesi pemanasan di pagi hari dan aku sangat kuat di bagian awal lomba."
"Kali ini aku membuat keputusan yang tepat untuk masuk dan mengganti motor, tapi sayangnya kami memutuskan untuk menggunakan ban depan hard pada motor kedua dan itu tidak menguntungkanku, terutama di awal setelah mengganti motor. Aku lambat di dua lap awal saat menggunakan ban slick dan aku memikirkan tentang crash di Le Mans. Pilihan ban depan kurang tepat walaupun akhirnya aku mendapatkan pace yang bagus, tapi gak cukup untuk menang."

Rossi yang sebenarnya agak sedih karena gak bisa menang di depan fans Italia harus tetap melihat sisi positif balapan yang mengajarinya bagaimana untuk lebih kompetitif di saat balapan dengan kondisi yang kacau seperti ini. Rossi juga menambahkan, "Setelah tujuh kemenangan berturut-turut di sini, saat ini lebih penting untuk mendapatkan podium sebagai hadiah untuk semua fans. Podium di Mugello ini selalu seperti sebuah pesta pora dan memberikan perasaan yang hebat, bahkan jika kami gak berada di urutan teratas. Klasemen sangat ketat, dengan tiga dari kami terpisah hanya kurang dari 10 poin, tapi ini akan mengjadi pertarungan yang panjang, dan kami akan mencoba lagi (untuk menang-Red) di Barcelona nanti."

Rossi pastinya gak akan bersantai ria dalam menghadapi para pembalap muda yang menjadi rival utamanya. Go Rossi..!!

Suzuki GSV-R Kalah di Trek Lurus

| 0 comments


Meski merasa puas dengan penampilannya di Mugello, pembalap yang mendapat julukan Capirex itu mengatakan bisa mencapai hasil yang jauh lebih baik jika Suzuki mampu membenahi kecepatan pada motornya, terutama mengambil keuntungan di trek lurus. "Saya sudah berusaha secara maksimal," kata Capirossi seperti dilansir Autosport.


Hasil Grand Prix Italia memberikan evaluasi berharga bagi tim Suzuki. Kecepatan motor Suzuki GSV-R terbukti kalah jauh dengan rival-rivalnya di trek lurus. Pembalap utama Rizla Suzuki, Loris Capirossi, yang sempat memimpin lomba harus puas mengakhirinya di peringkat kelima. Capirossi memimpin lebih dari satu lap di pertengahan balapan.

Dia mendapatkannya ketika trek masih basah. Di belakangnya, ada pembalap Ducati Casey Stoner. Namun, Capirossi tak mampu berbuat banyak saat melaju di trek lurus Sirkuit Mugello. Stoner langsung mengambil alih pimpinan lomba ketika duel di trek lurus itu.

Satu lap kemudian, giliran pembalap Fiat Yamaha Jorge Lorenzo yang mendahului Capirossi. Hingga akhirnya, Valentino Rossi dan Andrea Dovizioso turut menyalip Capirossi.


Dia mengatakan, saat memutuskan ganti motor, dirinya mencoba secepatnya dan terus memburu Stoner. "Saya bisa melakukannya! Tapi, setelah itu, sulit mempertahankan posisi dan menjaga jarak dengan pembalap lain di belakang," tuturnya.

Capirossi menyadari peta kekuatan lawan sama sekali tidak tertebak, apalagi ditambah kondisi cuaca Mugello yang berubah. Seluruh tim dan pembalap memiliki kesulitan yang sama, yaitu menemukan ritme dan setelan motor yang baik di kondisi sirkuit yang basah dan kering sekaligus.

Namun, Capirossi menegaskan bahwa kecepatan motornya tak membantu dalam persaingan di trek lurus. "Kini kami butuh banyak bantuan dari Suzuki. Tak mudah menyusul dan terus membuntuti sejumlah pembalap yang lebih cepat di depan. Hal itulah yang menjadi penghalang utama," ujarnya mengkritisi kecepatan GSV-R 800.

Hal senada disampaikan oleh bos tim Suzuki Paul Denning. Menurut dia, dirinya dan timnya senang sekaligus kecewa melihat hasil akhir balapan di Mugello. "Ada emosi yang berbeda setelah balapan. Loris (Capirossi) berlomba seperti binatang hingga mencapai kesempurnaan sebelum pitstop," tutur Denning.

"Musuh utama kami adalah panjangnya trek lurus Mugello dan kecepatan lawan-lawan kami. Itu membuat tak mungkin untuk menahan mereka,'' tambah dia.

Untuk itu, dia berjanji bahwa Capirossi dan rekan setimnya, Chris Vermeulen, segera mendapatkan paket baru dari Suzuki. Namun, Denning tak bisa memastikan kapan hal tersebut terealisasi. "Saya berharap, kami segera bisa memberikan kepadanya sesuatu yang lebih secepatnya agar dia bisa berkompetisi dengan lebih kuat," tegas Denning.

WSS Utah AS: Doni Tata Finish ke-11

Monday, June 1, 2009 | 0 comments

Full race results from the seventh round of the 2009 World Supersport Championship at Miller Motorsports Park in Utah, USA.


1. Kenan Sofuoglu TUR HANNspree Ten Kate Honda CBR600RR 18 laps
2. Eugene Laverty IRL Parkalgar Honda CBR600RR +0.368s
3. Cal Crutchlow GBR Yamaha SSP YZF R6 +0.521s
4. Joan Lascorz ESP Kawasaki Provec Motocard.com ZX-6R +1.833s
5. Fabien Foret FRA Yamaha SSP YZF R6 +12.071s
6. Garry McCoy AUS Triumph BE1 Racing 675 +18.108s
7. Andrew Pitt AUS HANNspree Ten Kate Honda CBR600RR +25.912
8. Michele Pirro ITA Yamaha Lorenzini by Leoni YZF R6 +25.957s
9. Matthieu Lagrive FRA HANNspree Althea Honda CBR600RR +30.411s
10. Anthony West AUS Stiggy Motorsport Honda CBR600RR +31.393 s
11. Doni Tata Pradita INA YZF Yamaha R6 +32.208s
12. Miguel Praia POR Parkalgar Honda CBR600RR +32.572s
13. Katsuaki Fujiwara JPN Kawasaki Provec Motocard.com ZX-6R +35.491s
14. Barry Veneman NED Hoegee Suzuki GSX-R 600 +37.164s
15. Gianluca Vizziello ITA Stiggy Motorsport Honda CBR600RR +39.041s

16. Gianluca Nannelli ITA Triumph BE1 Racing 675 +40.443s
17. Michael Laverty GBR Holiday Gym Racing Yamaha YZF R6 +51.153s
18. Arie Vos NED Veidec Racing RES Honda CBR600RR +52.668s
19. Jesco Gunther GER RES Software Veidec Racing +54.427s
20. Alessandro Polita ITA Hoegee Suzuki GSX-R 600 +1min 11.500s
21. Russell Holland AUS ECHO CRS Grand Prix Honda CBR600RR +1min 11.668s
22. Yannick Guerra ESP Holiday Gym Racing Yamaha YZF R6 +1min 18.395s
23. Massimo Roccoli ITA Intermoto Czech Honda CBR600RR +1min 21.462s
24. Oleg Pianykh RUS Apex Yamaha YZF R6 +1min 33.636s
25. Andrew Nelson CAN Nelson Yamaha YZF R6+1min 40.570s
26. Chip Yates USA SWIGZ.com Pro Suzuki GSX-R600 +1 lap

Not classified

27. Robbin Harms DEN Veidec Racing RES Honda CBR600RR 17 laps completed
28. Melissa Paris USA Markbit Racebikes Yamaha YZF R6 7 laps completed
29. Patrick Vostarek CZE Intermoto Czech Honda CBR600RR 6 laps completed
30. Mark Aitchison AUS HANNspree Althea Honda CBR600RR 0 laps completed

DNS Fabrizio Perotti ITA ECHO CRS Grand Prix Honda CBR600RR

NQ. Marie-Josee Boucher CAN Boucher Honda CBR600RR
NQ. Ryan Taylor CAN Taylor Honda CBR600RR

PODIUM MUGELLO

| 0 comments


Hukum probabilitas benar-benar menyapa Valentino Rossi. Rekor kemenangan berturut-turutnya di Sirkuit Mugello, Italia, akhirnya terhenti juga. Setelah tujuh kali naik ke puncak podium, kemarin bintang Fiat Yamaha itu harus rela turun dua langkah, finis di urutan ketiga.



Andalan Ducati Marlboro, Casey Stoner, tampil sebagai juara. Bintang muda Fiat Yamaha, Jorge Lorenzo, menyelesaikan lomba di urutan kedua.

Grand Prix Italia kemarin berlangsung seru dari awal sampai akhir. Lintasan basah membuat lomba 23 lap itu berlangsung seperti lotere. Di awal lomba, para jagoan hujan sempat bersinar di depan. Yaitu Chris Vermeulen (Rizla Suzuki) dan Marco Melandri (Hayate Kawasaki).

Namun, setelah delapan putaran, lintasan makin mengering. Peta kekuatan asli perlahan kembali. Khususnya setelah para pembalap masuk pit, ganti memakai motor yang dilengkapi ban kering.

Pada sepuluh putaran terakhir, barulah calon-calon pemenang terlihat. Andrea Dovizioso (Repsol Honda) sempat di depan, memburu kemenangan pertama dalam karirnya. Pembalap veteran Rizla Suzuki, Loris Capirossi, juga sempat mencium bau-bau kemenangan.

Kemudian Casey Stoner melejit di depan. Meski motornya cepat, bukan berarti Stoner meyakinkan. Pasangan Fiat Yamaha tampak sangat mengancam. Khususnya Lorenzo.

Beruntung Ducati punya kecepatan hebat di trek lurus Mugello yang panjang, sehingga Stoner mampu mengamankan posisi di depan relatif tanpa gangguan serius.

Bagi Ducati, kemenangan ini sangatlah istimewa. Sejak terjun di kelas MotoGP pada 2003, belum sekalipun mereka menang di kandang sendiri. Dalam enam kunjungan sebelumnya, mereka tiga kali finis runner-up, sekali finis di urutan ketiga.

Bahkan saat tampil dominan pada 2007 Ducati juga gagal menang. Waktu itu, Alex Barros finis ketiga untuk Pramac D'Antin Ducati. Tahun lalu, Stoner finis kedua, sebelum akhirnya naik ke puncak podium di tahun 2009 ini.

Usai lomba, Rossi mengaku tak terlalu kecewa. Bahkan, dia seperti sudah siap kalau rekor tujuh kemenangan itu harus terhenti.

"Setelah tujuh kemenangan, hasil (kemarin) memang harus disayangkan. Tapi ini situasi normal," ucap pembalap 30 tahun itu. "Akhir pekan ini berlangsung cukup berat untuk saya. Khususnya saat lomba, yang berlangsung gila dan mengesankan. Tapi bagaimana pun, finis di podium lebih baik daripada tidak sama sekali," lanjutnya.

Stoner sendiri tentu merasa senang dengan hasil ini. Sebelum lomba, Stoner sebenarnya sudah mencatat waktu terbaik di babak latihan Minggu pagi, saat lintasan sudah basah. Namun, dia mengaku tetap berharap lomba berlangsung kering. Untungnya, basah dan kering, dia tetap menang.

"Di sirkuit inilah saya meraih pole position pertama saya di kelas 125 cc (tahun 2003, Red). Saya pernah merasakan pahit manis di sini, tapi saya selalu menikmati sirkuit ini. Saya selalu bersenang-senang di sini," tandasnya.

Dengan hasil kemarin, Stoner kini kembali ke puncak klasemen. Seri keenam MotoGP 2009 akan diselenggarakan di Barcelona, Spanyol, 14 Juni mendatang. (aza)

Hasil MotoGP Italia (15 Besar, 23 Lap)

1. Casey Stoner, Ducati Marlboro

2. Jorge Lorenzo, Fiat Yamaha

3. Valentino Rossi, Fiat Yamaha

4. Andrea Dovizioso, Repsol Honda

5. Loris Capirossi, Rizla Suzuki

6. Colin Edwards, Tech 3 Yamaha

7. James Toseland, Tech 3 Yamaha

8. Randy de Puniet, LCR Honda

9. Niccolo Canepa, Pramac Ducati

10. Chris Vermeulen, Rizla Suzuki

11. Marco Melandri, Hayate Kawasaki

12. Nicky Hayden, Ducati Marlboro

13. Mika Kallio, Pramac Ducati

14. Toni Elias, Honda Gresini

15. Alex de Angelis, Honda Gresini

Klasemen Pembalap (Setelah 5 dari 17 Seri)

1. Casey Stoner90 poin

2. Jorge Lorenzo86

3. Valentino Rossi81

4. Dani Pedrosa57

5. Andrea Dovizioso56

6. Marco Melandri48

7. Colin Edwards45

8. Loris Capirossi38

9. Chris Vermeulen37

10. Randy de Puniet34

11. James Toseland 26

12. Toni Elias 23

13. Alex de Angelis 21

14. Mika Kallio 19

15. Nicky Hayden 13

16. Niccolo Canepa 10

17. Sete Gibernau 8

18. Yuki Takahashi 8


Jelang Grand Prix Turki Di Sirkuit Istanbul (1)

HALAMAN KEMARIN

* Ramai-Ramai Bikin Tim Formula 1 ''Murah Meriah''
* Kecepatan Motor Suzuki GSV-R Kalah di Trek Lurus
* Masalah Kopling di Akhir Lomba
* Apes Pedrosa Berlanjut, Kini Cedera Otot Paha
* Starter Jateng Dominan di Malang
* Delapan Besar GP Italia Bakal Ketat
* Masih Menunggu Respons FIA
* Pecah Rekor Top Speed
* Tarik Ulur Regulasi Formula 1 2010 Masih Berlanjut
* Lorenzo Tercepat Duluan



Pedrosa Cedera Lagi

| 0 comments


Apes Dani Pedrosa berlanjut. Belum seratus persen pulih dari cedera lutut dan lengan kiri akibat kecelakaan saat sesi uji coba di awal tahun, kini pembalap Repsol Honda itu mengalami cedera pada paha kanan.

Cedera itu dia alami saat babak latihan terakhir, Sabtu pagi kemarin (30/5), sebelum babak kualifikasi Grand Prix Italia. Dia tidak terjatuh, tapi mengalami cedera otot pada paha kanan bagian atas.

"Motor saya melebar dan melonjak. Saya tidak jatuh, tapi saya merasakan sakit luar biasa pada paha kanan. Saya berhenti latihan untuk memeriksakan diri. Tampaknya, ada tendon yang tertarik dari tulang," papar pembalap mungil tersebut (158 cm).

Saat kualifikasi, Pedrosa disuntik penahan sakit. Tapi dia mengaku tidak banyak tertolong. Akhirnya, dia hanya mampu meraih posisi start kedelapan. Padahal, saat latihan Jumat lalu (29/5), Pedrosa sempat memecahkan rekor top speed MotoGP, menggeber motornya hingga 349 km/jam di trek lurus Mugello.

Kemungkinan besar, rasa sakit itu pula yang membuat Pedrosa kerepotan saat lomba kemarin. Pada pertengahan lomba, dia pun terjatuh dan harus ditandu oleh petugas lintasan.

Kini, bukannya memikirkan kemenangan atau perebutan gelar, Pedrosa justru harus kembali memikirkan kesehatan. Padahal, di lomba berikutnya 14 Juni nanti, dia bakal tampil di hadapan publik sendiri di Barcelona, Spanyol.


 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.