Rossi: Lunak atau Tidak?

Tuesday, July 21, 2009 | 0 comments


Para GP mania pasti masih kebayang dengan jelas bagaimana Valentino Rossi mempertahankan posisinya dari gempuran rekan satu timnya. Oya, kamu semua tentunya udah tau kalo ban memegang faktor penting dalam balapan, ban kering memiliki grip lebih kecil daripada ban lunak namun tahan lama hingga akhir balapan dan memberikan kecepatan yang lebih tinggi daripada ban lunak. Sementara ban lunak akan bereaksi kebalikannya, yaitu memberikan daya cekngkram yang baik tapi tidak tahan lama dan memberikan kecepatan yang lebih rendah daripada ban keras.

Hal ini lah yang terjadi pada The Doctor – menurut Bridgestoner sendiri – Pembalap Italia ini merupakan satu-satunya pembalap empat besar yang menggunakan komponen ban lunak di bagian depan dan belakang motornya selama balapan akhir pekan di Jerman kemarin, kamu pasti gak tau karna memang tak ada garis putih di sisi ban yang mengindikasikan bahwa Rossi menggunakan ban depan lunak. Coba perhatikan ban depan Rossi pada gambar di atas.

Ini adalah pilihan jenis ban yang digunakan oleh pembalap yang finish 10 besar di GP Jerman:

  1. Valentino Rossi: Lunak depan – Lunak belakang
  2. Jorge Lorenzo: Lunak depan – Keras belakang
  3. Dani Pedrosa: Lunak depan – Keras belakang
  4. Casey Stoner: Keras depan – Lunak belakang
  5. Alex de Angelis: Lunak depan – Lunak belakang
  6. Toni Elias: Lunak depan – Lunak belakang
  7. Marco Melandri: Lunak depan – Keras belakang
  8. Nicky Hayden: Lunak depan – Lunak belakang
  9. Colin Edwards: Lunak depan – Lunak belakang
  10. James Toseland: Lunak depan – Lunak belakang

Informasi ini diberikan oleh pihak Bridgestone.

Gimana, hebat banget kan The Doctor..!!


Rossi Mengalahkan Lorenzo di Jerman

Monday, July 20, 2009 | 0 comments


Valentino Rossi mengalahkan teman satu timnya yang menjadi rival utamanya dengan selisih waktu hanya 0,099 detik – selisih satu ban aja – di sirkuit Sachsenring dan menyamai rekor podium terbanyak sepanjang masa yang pernah ditorehkan oleh Giacomo Agostini yaitu sebanyak 159 podium.

Setelah cuaca hujan yang melanda dua sesi latihan akhirnya balapan berlangsung dalam keadaan cerah namun berangin dan Rossi memimpin balapan dari posisi terdepan. Keempat pembalap papan atas berada di depan pada akhir lap pertama, yaitu Rossi yang diikuti oleh Dani Pedrosa, Casey Stoner dan Lorenzo – padahal Pedrosa start dari posisi ke-8.

Stoner merupakan rider pertama yang melakukan serangan dengan menyalip Pedrosa untuk mendapatkan posisi kedua pada lap kelima dari total 30 lap dan mampu mengambil alih pimpinan balapan dari Rossi pada saat mengerem. Tapi bintang Ducati ini gak bisa mempertahankan posisinya dan akhirnya disalip balik oleh Rossi pada lap ke-17 dan kehilangan posisi kedua setelah beberapa tikungan berikutnya.

Lorenzo yang terus berusaha untuk menempel di belakang Rossi akhirnya menemukan kesempatan dengan mengambil Rossi saat akan masuk ke tikungan pertama. Rossi yang menggunakan ban lebih lunak dibandingkan Lorenzo akhirnya mengikuti pembalap Spanyol ini hingga tinggal dua lap tersisa dan kembali menyalip Lorenzo di tikungan yang sama – berarti lunas donk, hehe..

Lap terakhir tentunya akan dimanfaatkan benar oleh Lorenzo, sehingga Rossi harus bertindak defensif untuk melindungi posisinya sebagai pimpinan lomba. Rossi pun merubah beberapa racing line agar Lorenzo tidak gampang masuk, apalagi Lorenzo memiliki kecepatan yang lebih karna menggunakan komponen ban yang lebih keras. Akhirnya Rossi berhasil mengantarkan dirinya menjadi pemenang lomba.

Pedrosa yang mampu menyalip Stoner akhirnya mendapatkan posisi ketiga dan Stoner melambat hingga selisih 7 detik terhadap Pedrosa.

Berikut adalah hasil dari GP Jerman:

1. Rossi
2. Lorenzo
3. Stoner
4. Pedrosa
5. de Angelis
6. Elias
7. Melandri
8. Hayden
9. Edwards
10. Toseland
11. Capirossi
12. Canepa
13. Vermeulen
14. Kallio
15. Talmacsi

Lorenzo: Sakit Gak Bakalan Menghentikanku

Thursday, July 16, 2009 | 0 comments


Kemauan keras Jorge Lorenzo untuk tetap mengikuti balapan terlihat dari komentarnya dimana pembalap Spanyol ini menargetkan dirinya untuk berdiri di podium pada balapan akhir pekan di Sachsenring nanti, padahal kita semua tahu kalo kondisinya sangat parah setelah kecelakaan yang menimpanya pada saat sesi kualifikasi di GP Amerika dua pekan yang lalu. Mungkin Lorenzo lupa kali ya kalo dia sakit, jadi pas balapan dia masih sempat juga berusaha menyalip The Doctor, sayang perhitungan Lorenzo kurang tepat sehingga ia sendiri malah menghantam bagian trek yang tak rata dan menggagalkan upayanya untuk menyalip Rossi.

Saat ini X-Fuera berada di posisi kedua klasemen pembalap sementara dengan defisit 9 poin terhadap Valentino Rossi yang berada di puncak klasemen sementara. Seminggu istirahat di Barcelona cukup untuk membuat pembalap berumur 22 tahun ini merasa baikan, dan ia berharap pada balapan nanti akan menjadi bagian utama balapan lagi.

“Sehubungan dengan cideraku di Laguna Seca kemarin, saat ini aku merasa baikan setelah seminggu istirahat, tapi aku gak akan bisa 100% pada akhir pekan ini. Kakiku terasa sakit ketika berjalan dan juga bahuku sakit ketika digerakkan, jadi hal pertama yang akan kulakukan ketika sampai Sachsenring adalah pergi ke Clinica Mobile! Tujuanku pada akhir pekan ini adalah berdiri di podium lagi dan berusaha untuk mendapatkan poin maksimal yang bisa diraih dibandingkan rival yang berada di depanku.” Itulah komentar Lorenzo saat ditanyai mengenai keadaannya.

Setelah itu Lorenzo juga mengungkapkan harapannya, “Jerman merupakan salah satu sirkuit dimana aku gak pernah menaklukkannya dengan baik, aku cuma sekali naik podium disana, ketika juara 3 di kelas 250cc pada tahun 2006. Tahun lalu hujan sangat lebat dan sayangnya aku terjatuh di lap ketiga, jadi itu bukanlah akhir pekan yang pantas untuk dikenang. Tapi aku harap kali ini akan berbeda.”

Pedrosa Kembali ke Jerman Dengan Yakin

Wednesday, July 15, 2009 | 0 comments



GP Jerman tahun lalu merupakan terakhir kalinya Dani Pedrosa ataupun pembalap Honda lainnya memimpin klasemen MotoGP. Kecelakaan yang telihar pada gambar di atas bukan hanya melenyapkan harapan pembalap Spanyol ini untuk menggapai gelar juara dunia MotoGP pada musim lalu, tapi juga dimulainya rentetan cidera yang sampai saat ini pun masih hinggap di tubuh pembalap mungil ini.

Tahun ini dimulai Pedrosa dengan mengalami banyak cidera dan kecelakaan pada saat balapan, tapi motivasinya kembali memuncak setelah kemenangannya di Laguna Seca dua pekan yang lalu. Pembalap Repsol Honda ini memiliki rekor yang baik di trek Sachsenring yang terbilang pendek dan berliku, dia telah mencatatkan kemenangan pada tiga kesempatan sebelumnya. Dua kali kemenangan di kelas 250cc pada tahun 2004 dan 2005, serta di kelas MotoGP pada tahun 2007 dengan melenyapkan rivalnya dengan gap sebesar 13 detik. Sungguh kemenangan yang sempurna.

“Aku memiliki beberapa hasil yang baik di trek ini dan aku memiliki rasa percaya diri yang tinggi menuju balapan akhir pekan ini karena mungkin kami sedang berada pada kondisi terbaik saat ini. Kemenangan di Laguna Seca sangat penting untuk diriku dan tim karena hal ini membuktikan bahwa kami memiliki kemajuan dan sekarang kami memiliki kecepatan untuk menang.” Itulah komentar dari Dani Pedrosa yang sedang berbunga-bunga karena telah menang lagi setelah 18 balapan tanpa kemenangan.

Pedrosa juga menambahkan, “Bagaimanapun kami gak bisa menganggap enteng dan aku yakin rival-rival kami akan berusaha lebih kuat lagi dan bersungguh-sungguh untuk bertarung kembali. Aku sangat suka sirkuit Sachsenring ini. Terlepas dari apa yang terjadi pada tahun lalu, aku pikir kita akan lebih kompetitif lagi.”

Pedrosa akan memulai GP Jerman dengan selisih 43 poin tertinggal dibelakang posisi ketiga di klasemen yang dipegang oleh Casey Stoner.

Rossi: Balapan Hebat Pernah Terjadi Di Sini!

| 0 comments


Sirkuit sempit dan berliku ini mungkin bukan salah satu trek favorit Rossi, tapi juara dunia MotoGP dan pemimpin klasemen 2009 ini memiliki kenangan menarik di lokasi Jerman ini. Hal yang menjadi sorotan adalah ketika bintang Yamaha ini balapan di Sachsenring pada tahun 2006, pada saat itu Rossi memulai balapan dari posisi kesepuluh dan akhirnya mampu menang dengan sangat tipis terhadap tiga pembalap Honda, dengan jarak mereka berempat hanya 0,307 detik. Ini menjadikan waktu tersingkat yang pernah dicatatkan oleh 4 pembalap terdepan di kelas MotoGP. Dengan tiga kemenangan dalam musim ini tentunya Rossi akan mengejar kemenangannya yang ke-101 pada akhir pekan ini, sehingga pembalap legendaris Italia ini dapat memperbesar jarak kepemimpinannya di klasemen pembalap dan memberinya ruang untuk bernafas dengan menghabiskan liburan musim panas setelah balapan di Inggris nanti, yang akan digelar seminggu setelah balapan akhir pekan ini.

“Puji tuhan karena kami memiliki beberapa waktu untuk istirahat setelah dua balapan terakhir karena aku cukup lelah setelah Laguna! Dua balapan selanjutnya merupakan balapan berturut-turut yang cukup sulit dan itu merupakan bagian penting dari kejuaraan, titik tengah.” Begitulah penilaian Rossi terhadap kedua balapan yang akan datang.

Lantas Rossi meneruskan, “Sachsenring bukan merupakan salah satu sirkuit favoritku, tapi aku pernah mengalami beberapa balapan yang bagus di sana dan pada dasarnya sirkuit ini cocok banget untuk Yamaha dan bagus. Kami butuh hasil bagus lagi untuk tetap memimpin klasemen karena rival kami sangat kuat dan kami tidak boleh sampai melakukan kesalahan. Tahun lalu di Sachsenring hujan deras tapi kami bisa mendapatkan posisi kedua. Aku harap tahun ini kami dapat selangkah lebih baik.”

Gibernau Kaget Timnya Keluar Dari MotoGP

Tuesday, July 14, 2009 | 0 comments


Tim Grupo Francisco Hernando yang baru saja bergabung di MotoGP pada musim ini ternyata mengundurkan diri setelah balapan yang kedelapan pada musim 2009 ini. Tim yang ditangani oleh Gelete dan Pablo Nieto, anak dari juara dunia “12+1“ Angel Nieto ini telah dipromosikan dari kelas 125cc menuju MotoGP untuk membangun tim dengan mesin Ducati yang dikendarai oleh Sete Gibernau.

Tentu saja pengunduran diri ini terjadi karena “iklim ekonomi saat ini“ yang mengharuskan Grupo Francisco Hernando untuk fokus kepada investasi utama mereka, yaitu dibidang industri konstruksi. Wajar aja kalau Gibernau cukup sedih mendengar kondisi yang demikian, karena balapan di Jerman pada tahun 2003 memiliki sejarah menarik bagi dirinya saat berhasil menyalip Valentino Rossi di tikungan terakhir untuk memenangkan balapan.

“Aku adalah orang yang paling kaget dengan keputusan ini, setiap orang di dalam tim telah bekerja keras untuk memajukan proyek ini. Secara pribadi ini adalah taruhan yang besar, tapi proyek ini telah mencapai tujuan yang semakin tinggi setiap kali balapan. Sayangnya saat kami akan mencapai hasil yang kami inginkan, kami harus keluar.”

Sungguh berita yang menyedihkan, apalagi setelah keluarnya Yuki Takahashi pada balapan sebelumnya yang juga karena masalah finansial. Jadi dengan keluarnya Grupo Fracisco Hernando berarti hanya ada 17 pembalap yang akan balapan di GP Jerman pada akhir pekan ini.

 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.