Kondisi Terkini Lorenzo

Monday, July 13, 2009 | 0 comments


Setelah kembali ke Spayol pada hari selasa, Jorge Lorenzo yang bertolak dari California melakukan tes medis pada hari rabu sore untuk menyelidiki bagaimana kondisi fisiknya setelah mengalami cidera pada saat kualifikasi di GP Amerika sebelumnya.

Pemeriksaan dengan menggunakan CAT (Computerize Axial Tomography) yang dilakukan di klinik pribadinya menguatkan hasil yang pernah diperoleh dari Clinica Mobile pada akhir pekan sebelumnya, dimana Lorenzo mengalami patah pada tulang kaki kelingking di kaki kanan, memar di tulang pada kedua mata kakinya dan “acromial clavicular separation” atau kerusakan tulang selangka pada bahu kanannya.

Tentunya dengan kondisi yang seperti ini Lorenzo harus beristirahat untuk mempersiapkan balapan berikutnya yang akan digelar di sirkuit Sachsenring, pembalap Spanyol ini berharap dapat mengikuti balapan walaupun harus menggunakan suntikan penahan rasa sakit. Saat ini Lorenzo akan mendapatkan obat anti-radang dan akan mendapatkan physioterapi. Semoga Lorenzo bisa kembali fit untuk memperkuat barisan depan Yamaha pada GP Jerman nanti.

Empat kecelakaan tragis di Laguna Seca

Thursday, July 9, 2009 | 0 comments

Sesi latihan dan kualifikasi yang digelar pada Grand Prix Amerika cukup memakan banyak korban, dan kejadian ini juga berlanjut sampai balapan itu sendiri, yaitu ketika empat dari 17 pembalap harus keluar dari balapan karena kecelakaan. Ayo kita ingat-ingat lagi, siapa aja sih yang apes banget di trek yang terletak di Kalifornia ini.

Pada lap keempat, Gabor Talmacsi kehilangan kontrol motor Scot Honda-nya saat sedang berada pada urutan ke-15. “Aku memiliki feeling yang bagus dengan motor dan melakukan start dengan baik, tiba-tiba pada saat aku di posisi 15 aku kehilangan grip ban depan. Aku gak bisa bilang kenapa,” kata pembalap Hungaria ini sambil mengangkat bahu. “Aku baik-baik saja, tapi sayang baget karena aku sedang dalam kondisi yang baik. Aku tetap percaya diri untuk balapan berikutnya.”

Kecelakaan ini merupakan pertama kalinya yang dialami Talmacsi dalam penampilan ketiganya di kelas MotoGP, tapi pembalap yang paling berpengalaman seperti Loris Capirossi juga terjatuh pada lap yang sama.

“Aku sangat kecewa dengan hari ini, aku memulai balapan dengan cukup baik dan sangat agresif di beberapa lap awal, tapi di tikungan keenam aku kehilangan grip ban depan dan pada lap berikutnya aku mengalami hal yang serupa, tapi kali ini aku terjatuh. Aku minta maaf banget kepada seluruh anggota tim karena mereka telah bekerja sangat keras akhir pekan ini. Kebenarannya adalah akhir pekan yang mengerikan bagiku dan kami tidak pernah benar-benar menemukan solusi yang baik.” Begitulah kesedihan yang ditumpahkan oleh Loris Capirossi yang sudah sangat lama mengikuti balapan Grand Prix. Pada saat terjatuh Capirossi berada pada posisi kedelapan.

Tiga lap berikutnya, kecelakaan kembali menimpa pembalap senior dan kali ini yang menjadi korbannya adalah Sete Gibernau pada saat berada di posisi ke-12, dan yang paling menyedihkan adalah Andrea Dovizioso yang terjatuh pada posisi ke-4. Pembalap Repsol Honda yang juga terjatuh pada saat berada di posisi ke-4 pada saat balapan di Assen ini juga mengalami hari yang buruk di Laguna Seca. Dovi mengalami lowside pada lap ketujuh pada saat balapan, kejadian ini bermula pada saat Dovi menyenggol pembatas trek yang akhirnya membuat handle koplingnya bengkok.

“Kami berada dalam kondisi yang baik, aku mendapatkan irama yang cepat dan aku yakin kami akan mendapatkan hasil yang bagus hari ini, jadi aku sangat kecewa. Sayangnya aku melakukan kesalahan dan aku menghancurkan kesempatan ini.” Terlihat bahwa Dovi sangat menyesal, apalagi setelah terjatuh juga di balapan sebelumnya. “Selama lap pertama aku berada di belakang Valentino, aku ingin memotongnya pada saat di trek lurus. Di situ merupakan blind point dan aku sangat dekat sehingga aku tidak bisa melihat tiang plastik pembatas yang memisahkan trek dengan jalur pit. Aku menghantam beberapa dan akhirnya tuas kopling jadi bengkok, setelah itu aku tidak bisa mengontrol engine brake. Ini adalah kesalahanku karena mengambil racing line terlalu ke kiri.”

Selain pada pembalap yang mengalami kecelakaan, ada satu pembalap yang sangat apes. Dia adalah James Toseland yang didiskualifikasi karena tidak melakukan pinalti yang telah dijatuhkan oleh race director karena telah melakukan jump start.

5 Juli adalah Hari Valentino Rossi

Tuesday, July 7, 2009 | 0 comments



Mentri Monterey County, Chuck Dalla Sala, yang datang ke sirkuit Laguna Seca untuk memberikan penghormatan kepada juara dunia 8 kali dan pada saat yang sama Ken Lofink, Presiden SCRAMP (Sports Car Racing Association of the Monterey Peninsula) memberikan penghargaan yaitu “kunci” sirkuit kepada Rossi dengan menjadikan tanggal 5 Juli menjadi Hari Valentino Rossi.



Rossi yang menerima penghargaan pun memberikan ucapan terima kasih, “Aku sangat berterimakasih kepada masyarakat Monteray dan Laguna Seca atas penghargaan yang hebat ini! Aku sangat suka balapan disini dan aku sangat menikmatinya sejak pertama kali kami ke sini pada tahun 2005, jadi aku sangat bangga menjadikan hari ini sebagai hari-ku. Aku harap aku dapat memberikan penampilan yang bagus sore hari ini dan terimakasih untuk semua orang atas penghargaan ini.”









Pedrosa mengakhiri paceklik Honda

Monday, July 6, 2009 | 0 comments


Setelah 18 balapan MotoGP tanpa kemenangan, akhirnya Dani Pedrosa berhasil menahan laju Valentino Rossi dengan selisih waktu 0,344 detik pada saat menyentuh garis finis dan mendapatkan kemenangan spesialnya. Pedrosa adalah satu-satunya pembalap Honda yang pernah memenangkan balapan Grand Prix dengan menggunakan mesin 800cc, pembalap mungil ini terakhir menang pada putaran ke tujuh pada musim 2008 dan setelah itu ia mengalami rentetan cidera yang membuatnya tidak bisa memberikan hasil terbaiknya kepada Repsol Honda.

Sementara itu perhatian utama tertuju kepada para perebut gelar seperti Jorge Lorenzo, Valentino Rossi, dan Casey Stoner. Dimana Lorenzo dan Stoner mengalami highside yang cukup mengerikan pada saat kualifikasi, namun pada Pedrosa segera mengambil alih perhatian pada saat meroket dari posisi empat menuju posisi pertama pada tikungan pertama. Para sobat semua tentunya sudah pada tau kalo Pedrosa merupakan salah satu pembalap yang memiliki skill terbaik untuk meluncur pada saat lampu start padam.



Di pertengahan balapan pembalap Repsol Honda ini mampu membuat gap sebesar 3,3 detik di depan Rossi, Stoner dan Lorenzo. Namun dengan perebutan posisi kedua memanas dengan Lorenzo yang menyalip Stoner di tikungan terakhir dengan 10 lap tersisa, kemudian mengejar Rossi. Lorenzo yang mengalami pergeseran tulang selangka dan patah pada tulang kaki kanannya pada saat kualifikasi, berusaha untuk mengulangi serangannya pada Stoner terhadap Rossi dengan lima lap tersisa, sayang Lorenzo tidak dapat menguasai motornya pada saat berusaha menyalip Rossi – beruntung X-Fuera masih dapat mengontrol motornya.

Pedrosa yang tinggal berjarak 1,5 detik kini harus waspada dan mengamankan serangannya dari Valentino Rossi, hal ini terlihat pada saat anggota timnya memberikan kode agar Pedrosa mampu bertahan dari gempuran Rossi yang memakin memperpendek gap. Rossi yang berusaha keras untuk memperpendek gap dengan cara ngotot di Corkscrew akhirnya mampu lebih cepat dari Pedrosa sebesar 1,2 detik, sayang hal ini tidak dilakukan Rossi dari awal, sehingga Rossi sampai di belakang motor Pedrosa pada tikungan terakhir. Hal ini tentunya juga tidak akan membuahkan hasil jika Rossi terus ngotot merangsek dari dalam tikungan, malah akan membahayakan dirinya dan Pedrosa. Akhirnya sebagai pembalap yang berpengalaman Rossi menunjukkan bahwa lebih bijaksana untuk menahan diri, daripada akan mengorbankan keseluruhan balapan.

Pedrosa menyentuh garis finis dan mengambil kemenangan ketujuhnya di kelas MotoGP, sementara Lorenzo dengan penuh keajaiban mampu finis dengan gap 1,9 detik. Rossi mengukuhkan dirinya di puncak klasemen pembalap sementara dengan jarak 9 poin terhadap Lorenzo dan 16 poin terhadap Stoner, dan 59 poin terhadap Pedrosa yang mangkal di posisi ke-4 klasemen.

MotoGP Tanpa Pembalap Jepang

Friday, July 3, 2009 | 0 comments


Kabar buruk bagi salah satu pabrikan besar yang bertarung di kelas MotoGP. Dia adalah Honda yang rela membiarkan Yuki Takahashi yang merupakan satu-satunya pembalap Jepang yang berlaga di kelas tertinggi. Padahal Honda dikenal sebagai pabrikan yang selalu mempertahankan pembalap asal negaranya untuk berlaga di kelas tertinggi. Hal ini tentunya juga dilema bagi pabrikan raksasa ini, Takahashi yang bernaung di bawah tim Scot yang mengalami kendala finansial setelah bercerai dengan JiR pada akhir musim lalu, akhirnya meminang MOL yang datang bersama Gabor Talmacsi.


Honda menampik anggapan publik dengan mengatakan bahwa mereka menghargai keputusan yang telah dibuat oleh Tim Scot yang memutuskan untuk mengeluarkan Takahashi karena tidak memberikan hasil yang memuaskan dan memenuhi target. Sementara Talmacsi yang baru bergabung di kelas tertinggi dalam dua balapan terakhir dapat beradaptasi dengan baik, sehingga Takahashi tidak akan mengikuti balapan MotoGP lagi mulai dari GP Amerika ini.

Talmacsi yang hanya 3 kali mengikuti balapan kelas 250cc dan langsung naik ke kelas motoGP tentunya belum pernah merasakan ganasnya sirkuit Laguna Seca yang terletak di California. Pembalap Hungaria ini mengatakan, "Aku sama sekali belum pernah kesana, jadi aku sangat penasaran. Orang-orang bilang bahwa Laguna merupakan trek yang sulit, namun aku akan belajar pada pemenang dua kali di trek ini (Hayden)."

Hayden pun pernah mengatakan kepada Talmacsi bahwa ia akan mengajarkan rahasia untuk menaklukkan trek Laguna Seca dengan senang hati. Sejauh ini perkembangan Talmacsi cukup bagus, dan ia selalu dapat memperkecil celah dengan para pembalap MotoGP yang lain. Kita lihat saja bagaimana kiprah pembalap Hungaria ini dalam ajang balapa motor yang paling bergengsi.


Statistik Menarik The Doctor

Thursday, July 2, 2009 | 0 comments


Berikut adalah statistik yang menarik hingga Valentino Rossi mendapatkan kemenangannya yang ke-100 dalam balap Grand Prix:

1. Kemenangan ke-100 dari 217 balapan yang diikuti, dengan persentase kemenangan sebesar 46,1% sepanjang karirnya.

2. Rossi telah menang dengan menggunakan enam jenis motor yang berbeda: 125cc Aprilia (12 kemenangan), 250cc Aprilia (14 kemenangan), 500cc Honda (13 kemenangan), 990cc Honda (20 kemenangan), 990cc Yamaha (25 kemenangan) and 800cc Yamaha (16 kemenangan).

3. Kemenangan Rossi sebanyak 41 kali dengan menunggangi Yamaha. Orang kedua tersukses bersama Yamaha adalah Phil Read dengan 39 kemenangan.

4. Rossi telah memenangkan Grand Prix pada 27 sirkuit yang berbeda. Dua sirkuit tersuksesnya adalah Mugello (9 kemenangan) dan Catalunya (9 kemenangan).

5. Kemenangan terbanyak Rossi dalam satu musim adalah 11 kali, yang pernah diraihnya pada tahun: 1997 (125cc), 2001 (500cc), 2002 dan 2005 (MotoGP).

6. Kemenangan Rossi 11 kali di kelas 125cc merupakan kemenangan terbanyak dalam sejarah kelas 125cc.

7. Kemenangan Rossi yang ke-74 di kelas tertinggi adalah yang terbanyak dibandingkan pembalap lainnya dalam 61 tahun sejarah balapan Grand Prix.

8. Kemenangan Rossi di Jerez musim ini menjadikan dirinya pembalap pertama yang minimal menang satu balapan dalam 14 musim berturut-turut.

9. Lama waktu sejak kemenangan perdana Rossi di kelas 125cc pada GP Ceko tahun 1996 hingga kemenangan terakhir di Assen adalah 12 tahun 313 hari. Hanya 4 pembalap yang memiliki karir kemenangan yang lebih lama dari Rossi dalam balapan Grand Prix: Loris Reggiani, Phil Read, Angel Nieto dan Loris Capirossi.

Sungguh suatu statistik yang menakjubkan, dan ini tentunya merupakan hasil kerja keras dan tekat The Doctor. Berapa puluh tahun lagi ya Rekor Rossi akan berhasil dipecahkan oleh para penerusnya?



 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.