Ducati Ingin Apa dari Hayden?

Thursday, June 11, 2009 | 0 comments


Mungkin para sobatGP udah pada tau kenapa Ducati nafsu banget menginginkan Hayden setelah ia berhasil menjadi juara dunia MotoGP di penghujung musim 2006, tapi saya akan mengingatkan sedikit lagi bagi pada sobatGP yang rada lupa (bukan pikun lho ya :) ) Hayden yang memiliki karakter power slide saat membesut Honda RC211V menjadi idaman tim Ducati pada akhir musim 2006 karena cocok dengan karakter Desmosedici yang liar. Sayangnya Pembalap yang lahir di Owensboro ini enggan pindah ke Ducati pada saat itu dengan alasan bahwa Honda telah membesarkannya.


Untuk mengobati kekecewaan karena tidak bisa mendapatkan Hayden, akhirnya Ducati mengontrak Casey Stoner yang pada musim debutnya di MotoGP menunggangi Honda dibawah bendera tim satelit Honda LCR. Pada awalnya pihak Ducati tidak memiliki ekspektasi yang besar terhadap pembalap dari negeri kangguru ini, ternyata pembalap bernomor 27 ini dapat menaklukkan liarnya motor Ducati. Tanpa diduga ternyata Stoner berhasil mengantarkan Ducati untuk mendapatkan juara dunianya yang pertama sejak bergabung di MotoGP pada tahun 2003.

Setelah konflik yang berkepanjangan antara Hayden dengan Dani Pedrosa, akhirnya dipenghujung musim 2006 Hayden berusaha mencari celah untuk meninggalkan Honda yang telah membesarkan namanya dan yang telah mengantarkannya untuk menjadi juara dunia 2006 di akhir kejayaan era-990cc. Namun setelah lima putaran MotoGP di berbagai belahan bumi dan berbagai jenis trek berlangsung, Hayden tidak mampu memberikan apa yang sesungguhnya diharapkan oleh Ducati. Mana style power slide yang sering dipertontonkannya dulu pada saat membesut motor 990cc?

Hayden 2009 = Melandri 2008

| 0 comments

Masalah yang dihadapi oleh Nicky Hayden dalam lima balapan pertama pada musim 2009 ini sama persis dengan masalah yang dihadapi pendahulunya, yaitu Marco Melandri serta Loris Capirossi. Berikut adalah grafik yang menggambarkan poin yang berhasil mereka raih hingga balapan kelima pada saat mereka berada di kubu Ducati.


Dari grafik di atas tentunya para sobatGP sekalian bisa melihat tren yang semakin memburuk tiap tahunnya bagi pembalap kedua di Ducati Marlboro Team. Loris Capirossi yang hanya setahun menemani Stoner menjadi satu-satunya pembalap selain Stoner yang bisa mengantarkan motor Ducati ke puncak podium dengan mesin 800cc yang ditanamkan pada GP7-nya pada balapan di Motegi tahun 2007.

Di samping Capirex, finis terbaik Marco Melandri dalam balapan hanya pada posisi ke-11 dengan menggunakan GP8 di Losai Qatar. Melandri juga hanya setahun menemani Stoner, hingga akhirnya terdepak karena prestasinya yang kian terpuruk. Pembalap bernomor start 33 ini tidak bisa menunjukkan potensinya seperti dulu saat berlaga di bawah bendera Moviestar, tim satelit Honda yang paling kuat dan sekarang menjelma menjadi Honda Gresini.

Lain halnya Melandri, Kentucky Kids yang semula diprediksi dapat menguasai Desmosedici GP9 ternyata tidak bisa langsung menyesuaikan diri terhadap motor bertenaga monster ini. Kalau Hayden tidak bisa bangkit di musim ini, besar kemungkinan pembalap Amerika ini juga hanya akan menemani Stoner tahun ini saja, karena dia akan di depak dari tim berkelir merah ini. Bagaimana nasib Hayden berikutnya? Kita bisa prediksi dari hasil setiap balapan yang diraihnya.

Inovasi Ban Asimetris Bridgestone

| 0 comments


Balapan pada akhir pekan ini akan digelar di sirkuit Montmelo yang memiliki 8 tikungan kekanan yang panjang dan cepat dan 5 tikungan kiri yang lebih lambat, sehingga akan memberikan tantangan tersendiri bagi para pembalap. Karakter sirkuit ini memang sangat berbeda banget dari sirkuit lain tempat digelarnya ajang MotoGP. Dengan kondisi trek demikian tentunya bahu kanan ban akan mendapatkan gaya tekan lebih besar dibandingkan dengan bahu kirinya, sehingga harus dapat beroperasi secara optimal pada temperatur tinggi.

Bahu kanan ban akan didesain dengan menggunakan komponen hard, sementara itu bahu kiri ban menggunakan komponen soft. Inovasi ini sengaja hadirkan oleh Bridgestone untuk memberikan level grip yang konsisten sepanjang lap. Kondisi natural dari sirkuit Montmelo yang berada di Barcelona ini memiliki temperatur yang tinggi, sehingga ban belakang dengan komponen hard sangat dibutuhkan. Bridgestone juga membawa komponen ekstra hard bagi para pembalap yang membutuhkan.

Manajer Pengembangan Ban Balap Bridgestone menjelaskan, “Sirkuit Catalunya adalah trek yang membutuhkan skill teknis dengan tikungan kanan yang panjang, sehingga akan meningkatkan temperatur ban pada bahu kanan ban tersebut. Oleh karena itu sangat dibutuhkan komponen hard, terutama pada ban belakang. Kami akan membawa ban belakang asimetris yang memiliki komponen ganda untuk pertama kalinya pada musim ini, untuk memberikan performa yang baik di sirkuit ini.”

Revisi mengenai regulasi ban akan berjalan setelah GP Catalunya, peraturan tentang jatah 4 ban depan hard dan 4 ban depan soft akan berganti menjadi sesuai keinginan pembalap. Sehingga pembalap dapat meminta 5 ban hard dan sisanya 3 ban soft dan seterusnya, sehingga berjumlah 8 ban.Amandemen regulasi ban ini mengharuskan setiap pembalap melaporkan jenis ban apa saja yang akan mereka gunakan pada balapan berikutnya, dengan demikian strategi pemilihan ban jadi lebih penting.

The Doctor Haus Kemenangan

Wednesday, June 10, 2009 | 0 comments


Valentino Rossi berhasrat untuk menemukan “langkah terakhir” dalam hal mendapatkan hasil dari motor M1-nya dan kembali ke puncak podium tertinggi pada Grand Prix akhir pekan ini yang akan digelar di Catalunya. Sirkuit Montmelo ini merupakan sirkuit yang menyenangkan bagi penyandang gelar MotoGP enam kali ini, karena Rossi pernah menang pada delapan kesempatan sebelumnya namun Rossi hanya mendapatkan posisi runner-up dalam dua tahun terakhir.


Sama dengan Mugello dan Phillip Island, Barcelona adalah salah satu trek favoritku dan aku selalu suka balapan di sana. Aku sudah memenangkan satu balapan Spanyol untuk musim ini dan aku harap ini akan menjadi kemenangan selanjutnya pada akhir pekan ini,
kata The Doctor.

Rossi datang ke Barcelona untuk mengobati rasa kecewanya saat berlaga di tanahnya sendiri alias Italia, dimana posisi ketiga yang diraihnya mengakhiri rekor kemenangan tujuh kali berturut-turutnya di Mugello.
Mugello mengecewakan tapi kami masih bisa memetik poin bagus, dan sekarang memasuki tahap kejuaraan yang paling padat, jadi ini sangat penting,
ucap pembalap Italia ini.

Kami harus tetap fokus dan menggunakan apa yang telah kami pelajari di Mugello agar mendapatkan hasil yang maksimal. Aku harap cuaca bagus karena aku pikir balapan flag-to-flag pada kondisi basah-kering gak terlalu cocok dengan ku!


Mugello juga menandai bahwa Lorenzo telah unggul tiga kali dari Rossi, sehingga Rossi mengakui bahwa ia butuh lebih dari motor M1-nya, seperti yang diungkapkan Rossi,
Kami masih belum mendapat jawaban yang sempurna untuk membuat M1-ku benar-benar seperti yang aku inginkan, tapi Barcelona adalah trek yang bagus buat kami dan harapannya semoga kami bisa membuat langkah terakhir di sana, juga karena akhirnya kami akan mendapatkan kesempatan untuk melakukan latihan pada hari senin.

47 Tim Daftar Moto2 Untuk Tahun 2010

Sunday, June 7, 2009 | 0 comments


IRTA telah memperoleh surat lamaran dari 47 tim dengan total 91 pembalap untuk bertanding di kelas Moto2 World Championship yang akan diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun depan. Moto2 akan menghadirkan mesin 4-tak dengan kapasitas 600cc yang disuplai oleh Honda sebagai pemenang tender. Namun para tim bebas berkreasi dengan menggunakan desain sasis mereka sendiri. Mesin 250cc 2-tak saat ini masih diizinkan untuk digunakan pada tahun 2010 nanti.

Dengan adanya transisi seperti ini tentunya akan dapat dilihat dengan jelas bagaimana performa 600cc 4-tak dalam menghadapi motor 250cc 2-tak. Selain itu permintaan untuk ikut di kelas Moto2 juga termasuk permintaan dari semua tim satelit MotoGP kecuali dari Grupo Francisco Hernando.

Pihak FIM, Dorna, dan IRTA akan mengadakan pertemuan menjelang dilangsungkannya GP Catalunya nanti untuk membahas daftar entri Moto2-250cc untuk tahun 2010. Bagaimana pendapatmu dengan dicampurnya mesin 2-tak dan 4-tak pada tahun depan, seperti yang pernah terjadi di kelas MotoGP-500cc..??

Pedrosa Resmi Tercepat dalam Sejarah

Thursday, June 4, 2009 | 0 comments


Menggeber Honda RC212V berkapasitas 800 cc, Pedrosa menyentuh kecepatan tertinggi 349,3 km per jam (kpj) dalam sesi latihan bebas pertama MotoGP Italia, akhir pekan lalu.


Meski gagal meraih poin di MotoGP Italia, ada satu hal yang pantas membuat Dani Pedrosa bangga. Di Mugello, Pedrosa memecahkan rekor kecepatan sepanjang masa di MotoGP.

Pedrosa harus menunggu hingga Rabu (3/6/2009) untuk melihat rekornya disahkan. Catatan itu harus diverifikasi oleh Dorna (promotor MotoGP) mengingat ada perbedaan catatan di sistem telemetri di beberapa motor. Demikian dikabarkan Crash yang mengutip situs resmi MotoGP.

Rekor Pedrosa ini mematahkan catatan yang sudah berusia tiga tahun. Rekor sebelumnya, yakni 343,7 kpj dipegang oleh Makoto Tamada di atas Honda berkapasitas 990 cc di kualifikasi MotoGP China 2006 di Sirkuit Shanghai.

Selain itu, Pedrosa juga mematahkan rekor kecepatan di Mugello, yaitu 343 kpj, yang ditorehkan Alex Barros dalam balapan tahun 2004. Saat itu, Barros juga menunggangi motor Honda 990 cc.

Namun catatan apik Pedrosa itu tidak mampu diterjemahkan ke dalam hasil bagus di balapan. Pembalap Spanyol berusia 22 tahun itu mengalami kecelakaan pada lap ke-12 sehingga gagal merampungkan lomba.

Catatan resmi kecepatan tertinggi MotoGP Italia 2009:
Nomor Pembalap Tim Kecepatan Sesi
1. Dani Pedrosa Repsol Honda Team 349.300 km/h (FP1)
2. Mika Kallio Pramac Racing 348.100 km/h (FP1)
3. Valentino Rossi Fiat Yamaha Team 344.300 km/h (FP1)
4. Niccolo Canepa Pramac Racing 343.400 km/h (FP1)
5. Jorge Lorenzo Fiat Yamaha Team 342.400 km/h (FP1)
6. Marco Melandri Hayate Racing Team 342.200 km/h (FP1)
7. Nicky Hayden Ducati Marlboro Team 341.600 km/h (FP1)
8. Andrea Dovizioso Repsol Honda Team 341.100 km/h (FP1)
9. Casey Stoner Ducati Marlboro Team 340.8 km/h (FP2)
10. Alex de Angelis San Carlo Honda Gresini 340.500 km/h (FP1)
11. Loris Capirossi Rizla Suzuki MotoGP 339.800 km/h (FP1)
12. Colin Edwards Monster Yamaha Tech 3 339.000 km/h (FP1)
13. Toni Elias San Carlo Honda Gresini 338.300 km/h (lomba)
14. Randy de Puniet LCR Honda MotoGP 337.600 km/h (FP1)
15. Yuki Takahashi Scot Racing Team MotoGP 337.100 km/h (FP1)
16. Chris Vermeulen Rizla Suzuki MotoGP 335.900 km/h (FP2)
17. James Toseland Monster Yamaha Tech 3 334.100 km/h (lomba)


 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.