Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Phil Read: "Ducati Harus Berubah Untuk Rossi"

Monday, October 10, 2011 | 0 comments

Phil Read adalah pembalap pertama yang pernah mendapatkan gelar juara dunia pada empat kategori yang berbeda, yaitu 125cc, 250cc, 500cc, dan Formula TT dengan total 8 gelar juara dunia.

Walaupun sudah berumur 72 tahun, tetapi Phil Read tetap antusias dalam mengikuti perkembangan yang terjadi pada MotoGP yang merupakan balap motor nomor wahid di dunia.

Berikut komentar dari Phil Read mengenai jalannya musim ini dan mengenai kondisi sulit yang terjadi di Ducati.

"Musim ini, kombinasi Stoner-Honda jelas superior. Honda memiliki keunggulan teknis dengan seamless transmission mereka, dan ini membuat mereka lebih cepat sepersekian detik dalam satu lap. Pabrikan lainnya juga harus mengembangkan hal ini."

"Pindahnya Valentino Rossi ke Ducati yang merupakan kombinasi pembalap Italia dengan motor Italia ini merupakan hal yang wajar. Namun Ducati terlalu lambat merubah motor mereka untuk Rossi. Masalah mereka sebenarnya sudah jelas terlihat di Valencia, tapi mereka tidak merubah apapun saat itu. Aku fikir mereka perlu meningkatkan handling motor, terutama pada sasis. Stoner telah melakukan hal yang fantastis yaitu beradaptasi dengan motor Ducati tersebut, tapi Rossi adalah seorang pembalap yang luar biasa yang tidak perlu merubah gaya berkendaranya."

Sudah banyak para pemerhati MotoGP, baik dari mantan jawara MotoGP, crew paddock, hingga fans yang berpendapat sama dengan Phil Read. Semoga hal ini menjadi renungan bagi Ducati dan segera merubah pendekatan mereka dalam membangun motor untuk Valentino Rossi, sehingga kita bisa kembali melihat Rossi bersinar dan memberikan tontonan yang menarik bagi para fans.

Selamat Jalan Steve Jobs

Saturday, October 8, 2011 | 0 comments

Steve Jobs, salah satu pendiri Apple yang memiliki nama kecil Steven Paul Jobs merupakan salah seorang yang telah memajukan industri teknologi telekomunikasi. Pria yang lahir pada 24 Februari 1955 di San Franscisco ini kini telah tutup usia pada tanggal 5 Oktober 2011 pada usia yang ke-56.

Kalau kita melihat iPhone, iPod, iPad, tentunya kita langsung teringat pada Steve Jobs. Bukan hanya itu iCloud yang merupakan teknologi terbaru dari Apple yang dirilis pada bulan Juni tahun 2011. Sejak pertengahan tahun 2004, Jobs memang telah didiagnosa kanker pangkreas dan pada tanggal 24 Agustus 2011 yang lalu akhirnya Jobs mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi CEO Apple agar bisa fokus pada kesehatannya. Tentunya hal ini merupakan pukulan yang hebat bagi Apple karena perusahaan ini tengah digempur oleh sistem operasi Android yang dengan open source-nya sedang menanjak sangat signifikan, sehingga market share Apple mulai tergerus.

Berikut pernyataan dari Apple:

"Kami sangat sedih mengumumkan bahwa Steve Jobs telah meninggal pada hari ini"

"Kecemerlangan Steve, hasrat dan energinya telah menjadi sumber inovasi yang tak terhitung yang memperkaya dan meningkatkan kehidupan kita semua. Dunia menjadi lebih baik, tak terukur, karena Steve."

"Kecintaan terbesarnya kepada istri, Laurene, dan keluarganya. Hati kami pada mereka dan kepada semua yang tersentuh oleh hadiah yang luar biasa darinya."

Hayden: "GP11.1 Sudah Mencapai Potensi Maksimumnya"

Thursday, September 29, 2011 | 0 comments

Walaupun baru tiga kali membalap dengan menggunakan update terbaru GP11.1, Nicky Hayden sudah bisa menyimpulkan bahwa motor Ducati Desmosedici GP11.1 telah mencapai potensi tertingginya.

Ducati pertama kali memperkenalkan GP11.1 pada akhir Juni di Assen untuk dipakai oleh Valentino Rossi yang kesulitan dalam mencapai hasil yang signifikan dengan motor GP11 sengaja disiapkan untuk menghadapi musim ini.

GP11.1 memiliki fitur girboks seamless shift terbaru, sistem suspensi belakang baru, swingarm dan mesin yang dimodifikasi agar tidak melanggar regulasi 800cc yang saat ini berlaku.

Hayden mengendarai GP11.1 pertama kalinya pada sesi latihan di Laguna Seca pada akhir Juli sebelum akhirnya memutuskan untuk menunda debutnya bersama GP11.1 hingga dia mendapatkan lebih banyak waktu dan pengalaman untuk menguji motor versi terbaru itu.

Kemudian Hayden menggunakan GP11.1 sejak balapan Indianapolis, namun Kentucky Kid ini hanya berhasil membawa pulang 11 poin dari ketiga balapan terakhirnya bersama GP11.1. Dari sini terlihat seolah GP11.1 telah mencapai performa maksimumnya, artinya GP11.1 tidak banyak membawa kemajuan dari sisi performa.


"Ya, kelihatannya motor ini sudah berada pada potensi tertingginya. Tentunya Ducati menguji beberapa komponen dan kami tahu kalau kami harus membuat perubahan besar karena kami tertinggal jauh dari para rival."

Rossi telah menguji sasis full amuminium twin spar di Jerez pada hari jumat yang lalu. Sepertinya Ducati mulai percaya pada Rossi untuk merambah pada cara yang lebih konvensional dalam memperbaiki masalah front-end yang menghambat Rossi sepanjang musim 2011 ini.

Rossi telah mencoba membalap dengan konsep terbaru aluminium pada Grand Prix Aragon akhir pekan lalu, namun konsep ini tidaklah sasis konvensional full twin spar seperti yang digunakan oleh Honda, Yamaha, dan Suzuki.

"Mereka telah menguji coba aluminium dan aku fikir itu bukanlah masalah material. Aku rasa lebih kepada kekakuan dan fleksibilitas. Kamu bisa membuat carbon menjadi lebih lembut ataupun lebih kaku, jadi aku rasa bukan disitu masalahnya. Aku sudah pernah menguji banyak swingarm berbahan aluminium dan carbon fiber, kamu bisa mendapatkan salah satunya jika kamu menginginnya."

Pernat: "Stoner Buruk Untuk Ducati"

Sunday, September 25, 2011 | 0 comments

Saat ini posisi Stoner semakin kokoh di klasemen pembalap MotoGP dengan keunggulan 44 poin terhadap pesaing terdekatnya, Jorge Lorenzo, yang semakin pasrah. Pembalap Australia ini bersiap untuk mengunci gelar juara dunia MotoGP keduanya di Phillip Island. Balapan di Aragon memberikan kemenangan ke-31 bagi Stoner pada kelas premier, setara dengan kemenangan Eddie Lawson, pembalap Amerika dengan kemenangan terbanyak. Namun Carlo Pernat punya pendapat lain mengenai Stoner. Menurutnya kesuksesan Stoner pada tahun 2007 di Ducati hanyalah sukses yang semu yang pada kenyataannya lebih membahayakan Ducati karena telah mengirim pabrikan Italia ini pada jurang keterpurukan seperti yang kita lihat saat ini. Lho, apa hubungannya? Mari kita dengar komentar 'pedas namun jujur' dari Pernat.

"Di Aragon kita melihat dengan jelas technical superiority motor Honda yang artinya kejuaraan telah berakhir. Tapi hal ini tidak mengecilkan pengaruh dari Stoner karena tanpa dia gelar juara akan jatuh pada Lorenzo lagi, karena pada akhirnya Dani tidak mampu untuk membawa pulang gelar juara dunia untuk Honda. Jadi Honda itu pintar karena telah mengontrak Casey."



"Sementara itu Valentino berada pada kondisi yang berlawanan. Dia mengatakan bahwa tidak ada satu modifikasi pun yang membawa perubahan. Jadi sekarang mereka membangun motor seperti yang diinginkan Ducati dan Valentino belajar mengendarainya, padahal sebaiknya mereka melakukan hal sebaliknya. Rossi mengatakan bahwa 'Bangunlah motor seperti yang aku inginkan!' Sejauh ini Ducati hanya mencoba melakukan perubahan instan yang tidak cukup memberi solusi. Dengan mesin Jepang, kamu mengendarai motor, dengan Ducati kamu mengendarai mesin."

"Sekedar provokasi, sebenarnya Stoner itu buruk untuk Ducati. Kejuaraan 2007 membawa Ducati pada langkah yang salah seperti kondisi mereka pada saat ini, dengan motor yang tidak seorang pun yang dapat mengendarainya dan telah mematikan karir banyak pembalap. Itulah kenapa aku mengatakan kalau Stoner buruk untuk Ducati. Kamu bisa melihatnya dari hasil Ducati saat ini."

Semoga Ducati sadar dengan hal ini dan benar-benar mempercayakan proyeknya pada Rossi. Sebenarnya Ducati saat ini sangat beruntung karena mereka hanya harus siap dengan suntikan dana saja untuk melakukan pengembangan motor. Mereka telah memiliki orang-orang terbaik, kombinasi Rossi, Burgess, dan Preziosi itu lebih dari cukup untuk menciptakan sebuah motor yang ditakuti oleh para rivalnya.

Preziosi: "Vale Memberi Feedback Yang Sangat Jelas"

Wednesday, September 14, 2011 | 0 comments

Sulit mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Ducati pada Grand Prix Aragon nanti. Setelah balapan terakhir di Misano, Vale memberikan kesan kalau dia dan timnya akan lebih berfokus pada hasil dalam waktu dekat ini. Uji coba di Mugello pada pekan lalu membuka jalan baru untuk pengembangan dan karena pabrikan Italia ini sudah bekerja mempersiapkan 2012, maka bukan tidak mungkin mereka akan menggunakan beberapa update komponen yang sudah tersedia dalam waktu dekat ini.

Filippo Preziosi memberikan pernyataan di Misano, "Kami belum tahu solusi apa yang pada akhirnya akan kami pakai. Kami akan membandingkan semua opsi yang ada dan kemudian mengambil keputusan berdasarkan keinginan pembalap."

Kemudian Preziosi menambahkan, "Vale memberikan feedback yang sangat jelas dan dia memberitahukan kami bagaimana kelakuan motor. Kesulitannya adalah mengetahui bagaimana cara merubah feedback menjadi suatu desain dan menemukan pengembangan yang bisa meningkatkan performa komponen."

Bagian dari pengembangan ini juga ditujukan pada seamless transmission yang belakangan menjadi problematika bagi Rossi.

"Kami kira kami telah menemukan solusi agar setiap pembalap bisa menurunkan gigi seperti yang mereka inginkan," tukas direktur teknis Italia ini.

Preziosi juga mengklarifikasi tentang filosofi Ducati terhadap kompetisi. "Tim balap mengembangkan ide dan kemudian kami mengimplementasikannya untuk perusahaan."

Walaupun tahun ini menjadi musim yang sulit, Preziosi masih merasakan hal positif dengan hubungannya dengan manajemen. "Aku senang bekerja di perusahaan yang membiarkan para engineer dan desainernya bebas berkarya seperti yang mereka butuhkan."

Desmosedici 2002 Hingga 2011

Sunday, September 11, 2011 | 0 comments

Pada 1 Agustus 2002 silam Sirkuit Mugello digetarkan oleh suara Ducati Desmosedici pertama, senjata pabrikan Italia yang akan digunakan untuk melawan motor Jepang yang akan membalap di rumah mereka dalam kelas MotoGP. Mesin Desmosedici memiliki layout V4 90° dengan menggunakan desmodromic valve sebagai sistem pemasukan bahan bakar ke ruang bakar, sistem desmodromic ini sudah digunakan oleh Ducati sejak tahun 1968. Salah satu yang berbeda dari pabrikan Jepang terletak pada chassis, dimana poros swingarm Desmosedici langsung menempel pada casing mesin sehingga mesin menjadi penumpu utama.

Di tangan Loris Capirossi dan Troy Bayliss, proyek ini terbukti berhasil dari awal. Motor baru ini langsung naik podium pada balapan pertamanya di Suzuka pada tahun 2003 dan diikuti oleh kemenangan setelah 6 balapan, dimana Capirex menjadi yang pertama menyentuh garis finish di Barcelona.

Musim 2004 tidak membawa kepuasan karena tidak ada satupun kemenangan dan hanya mendapatkan dua podium, hal ini membawa perubahan pilihan ban bagi Ducati dari Michelin menjadi Bridgestone. Selanjutnya pada tahun 2005 Capirex mendapatkan 2 kemenangan dengan total 4 podium.

Pada tahun 2006 yang menjadi musim terakhir bagi era 990cc, Loris Capirossi memenangkan tiga balapan yang kemudian terhambat oleh cidera di Barcelona. Pada penutup musim 2006 Troy Bayliss ikut balapan dengan menjadi wild card di seri Valencia dan secara mengejutkan memenangkan balapan.

Tahun 2007 merupakan debut mesin berkapasitas 800cc, tapi proyek Desmosedici tidak dirombak secara radikal dan ternyata GP7 cocok dengan gaya berkendara Stoner yang merupakan pendatang baru di Ducati. Pembalap bernomor 27 ini memenangkan 10 balapan dan membawa tropi juara dunia musim 2007.

Desmosedici terakhir yang menggunakan trellis frame adalah GP8 yang berhasil memberikan 6 kali kemenangan pada Stoner selama musim 2008 tapi motor ini malah tidak bisa dikendarai dengan baik oleh Marco Melandri. Pada akhir musim muncullah revolusi: Prototype Ducati beralih dari trellis frame menjadi desain karbon "monocoque".

Debut GP9 yang menggunakan sasis berbahan karbon dianggap berhasil setelah ditebus dengan hadiah kemenangan di Qatar dan diikuti oleh 3 kemenangan pada musim 2009 ini. Tahun berikutnya, 2010, situasi jauh lebih sulit bagi Stoner dan Ducati pada awal musim. Namun mereka masih bisa memenangkan 3 dari 6 seri balapan terakhir pada musim itu.

Tahun 2011 ini Rossi dan Hayden masing-masing baru mencatatkan 1 podium dengan menggunakan GP11. Rossi menyatakan adanya keterbatasan struktural pada Desmosedici dan proses pengembangan motor pun dipercepat. Akhirnya muncullah GP11.1 yang debut pada seri ketujuh di Assen, Belanda. Pada awalnya hanya Rossi yang menggunakan versi teranyar ini, kemudian Hayden beralih ke versi terbaru sejak seri Indianapolis dan meninggalkan GP11 selamanya.

Perbedaan yang paling terlihat dari kedua versi Desmosedici adalah pada rear end dimana swingarm pada GP11 hanya disematkan pada mesin, sementara pada GP11.1 suspensi juga terhubung pada unit tempat duduk bagian atas.

Hingga saat ini semua hasil pemikiran dan keringat dari tim Rossi dan tim Ducati memang belum membuahkan hasil, tapi yakinlah kalau keadaan pasti akan berubah :) 

 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.