Valentino Rossi amazes with 'rehab' podium

Monday, July 26, 2010 | 0 comments

http://simoncellimotogp.blogspot.comValentino Rossi returned to the MotoGP podium just seven weeks after breaking his leg, with a hard fought third place at the Laguna Seca on Sunday.

Fourth one week earlier after losing out to the Casey Stoner in the final turn of the German GP, Rossi found himself under a similar last-lap pressure for the third in America - but this time was able to fend-off a last corner attack by the Honda's Andrea Dovizioso.

Rossi had been sixth on the lap one, then spent much of the race holding off the Americans Nicky Hayden (Ducati) and Ben Spies (Yamaha), before passing Dovizioso on lap 27 of 32. Dovizioso's team-mate Dani Pedrosa had crashed out of the lead on the lap twelve.

"The start of the race was very hard for me because I had a lot of the pain and I was far from the podium. But then I saw Pedrosa on the gravel and I just had to try to catch the Dovizioso!" revealed Rossi.

"I just pushed as hard as I could for a few laps and that has brought me closer to him and then I couldn't give up, somehow I caught him and it was a great feeling to pass him to take the third. It's a great result after my injury and it felt so good to be back on the podium in front of the fans.

"There are so many people I have to thank who have helped me to get back in to this position. I am very happy that we have some time off now because of that I have a lot of work to do on my body to try to be back to my best for the Brno, which I love," he concluded.

Brno, on August 15, had been the original target for the Rossi's return, but he then decided to try and ride at the Sachsenring and Laguna Seca to build up his speed.

"These were supposed to be the two 'rehabilitation' races for the Valentino after his big injury while he just got used to being back on the bike, but he has come to the fourth and then third which has amazed us all," said team manager Davide Brivio.

"This track was very demanding on his body and then he had a hard time all weekend but he was still able to battle for the podium. It was a brilliant and we're so happy now. Everyone is looking forward to a break but also to coming back then strongly in the second half of the season."

Rossi's Fiat Yamaha team-mate Jorge Lorenzo won the race, with Ducati's Casey Stoner in second.

Appreciate Torres Manchester City USD 817 Billion

| 0 comments


Manchester City manager Roberto Mancini has confirmed that they are ready to bring Fernando Torres with a tag of 70 million euros or USD 817 billion more.


This bid is likely to exclude bids that Chelsea and Barcelona have given up the hunt for Torres. Chelsea and Barca are only able to provide 60 million euros of funds.

"Torres is one of the best strikers in Europe and has been playing in English Premier League for three years. But, depending on the situation whether he would come to us or not," said Mancini.

Remove Balotelli Inter Manchester City

| 0 comments


Transfer Inter Milan striker Mario Balotelli to Manchester City just a matter of time. The two teams last few days negotiations have reached an agreement on Sunday, July 25, 2010.


City would pay € 30 million, approximately Rp350, three billion, told the Inter striker bengal was lucky. Balotelli itself paid € 4 million each year, around Rp46 billion, for a term contract until 2015.

Kobe Bryant in Actions

| 0 comments

 Kobe Bryant Soon Recovers from Knee Injury :
LA Lakers guard, Kobe Bryant had arthroscopic surgery on his right knee and is expected to recover soon in September.

Now, the NBA finals MVP the last two seasons is undergoing a rehabilitation process before it enters the Lakers training camp.


Last season, Bryant led the Lakers defend NBA title despite a number of successive injuries to her. In the 2010 playoffs, he scored an average of 29 points per game and its influence on his teammates are still very valuable to the Lakers.


ASAL USUL SEPAKBOLA

Sunday, July 25, 2010 | 0 comments



Olah raga sepak bola modern terlahir pada pertengahan abad ke 19 di Inggris. Akan tetapi, F.I.F.A.(Federation of International Football Association) pada tahun 2004 sudah secara resmi mengakui bahwa sepak bola paling awal sekali berasal dari Tiongkok, kala itu disebut Cu Ju (baca: Ju Cü). Permainan sepak bola tertua ini, bisa ditelusuri hingga lebih dari 2400 tahun yang lalu pada masa Chun Qiu Zhan Guo ( Musim semi musim gugur negara-negara berperang) dan telah melewati silih pergantian dinasti dan dalam jangka waktu lama tidak surut. Yang lebih penting lagi ialah, orang Tiongkok kuno ternyata sudah sejak dini untuk jenis olah raga sepak bola ini telah mengukuhkan semangat sportifitas dan standard etika yang ketat.


Cu Ju adalah kegiatan sepak bola terawal yang dicatat dalam notasi sejarah. Menurut catatan Siasat negara berperang, pada zaman Chun Qiu (musim semi dan musim gugur, antara tahun 722 s/d 481 S.M.) ibu kota dari negara Qi: Lin Zi, Cu Ju sudah popular. Cu Ju kala itu disebut pula “?? /Ta Ju, baca: Da cü”. Cu dan Ta, sama-sama berarti menendang, Ju bermakna : bola. Sesuai kitab Tai Ping Qing Hua, bola pada zaman dinasti Han “Terbuat dari kulit sebagai bahan luarnya dan membungkus bahan dalamnya yang berisi rambut”.

Liu Xiang dari zaman dinasti Han (tahun 206 S.M s/d 220 Masehi) mencatat di bukunya: Catatan Lain bahwa: “Pemain Cu Ju / sepak bola, konon diciptakan oleh Huang Di (kaisar Kuning). Disebutkan mulai zaman Zhan Guo (Negara saling berperang), Ta Ju identik dengan semangat tempur prajurit. Maka dari itu menggembleng laskar, diketahui yang berkemampuan hal tersebut. Selain suka permainannya juga menyatakan berlatih”. Tai Ping Qing Hua selain itu juga mencatat: “Ta Ju bermula pada pasca Xuan (kaisar Huang Di). Permainan dari latihan seni bela diri di dalam markas militer.” Dari situ bisa diketahui bahwa kegiatan persepak-bolaan di kala zaman Han selain sejenis olahraga dan hiburan, juga adalah semacam pelatihan fisik dan mental prajurit dan menyeleksi ketahanan fisik serta pelatihan militer yang menunjang semangat tempur.

Seorang bernama Li You dari dinasti Han pernah menulis tentang Ju Cheng Ming (Piagam kota bola), telah mencatat perlengkapan lapangan sepak bola pada masa dinasti Han dan ringkasan tentang kegiatan pertandingan, bahkan menjelaskan tentang persyaratan etika yang harus dimiliki oleh wasit dan pemain. Piagam tersebut merefleksikan bahwa olahraga sepak bola ala Tiongkok sudah semenjak zaman Han dibuatkan sebuah system yang cukup lengkap, seperti diungkapkan sbb:

Di dalam piagam disebutkan Ju (bola) dan Ju Chang (lapangan bola), diartikan bola dan lapangan bola melambangkan langit dan bumi, Yin dan Yang. Ketentuan pembuatan pintu bola, yakni pada kedua ujung masing-masing dipasang 6 buah pintu bola berbentuk lobang model Rembulan yang disebut Ju Shi (ruang bola), dijadikan sebagai target penyerangan, dalam perlombaan masing-masing pihak ada 12 pemain. Kalimat ”(Jian Chang Li Ping, Qi Li You Chang)” menjelaskan dalam perlombaan kedua pihak harus memilih kapten dan wasit. Sedangkan pertandingan memiliki peraturan tanding yang stabil, ke 2 pihak harus melaksanakannya sesuai peraturan.

Selanjutnya piagam menjelaskan, pada zaman Han olahraga sepak bola mensyaratkan wasit dan pemain pertandingan harus memiliki etika bermain. ”(Bu Yi Qin Shu, Bu You A Si)” berarti persyaratan kepada sang wasit. Wasit pada saat melaksanakan peraturan pertandingan harus adil tidak memihak, tidak tunduk pada hubungan pribadi, tidak boleh condong kepada salah satu pihak. ”(Duan Xin Ping Yi, Mo Yuan Qi Fei)”, bermakna persyaratan terhadap para pemain. Pemain harus berkarakter lurus, tenang dan sabar, walau kalah bertanding, juga tidak diperkenankan sembarangan mengomel dan menyalahkan pihak lain. ”(Ju Zheng You Ran, Kuang Hu Zhi Ji)”, menunjukkan bahwa olahraga sepak bola saja harus memiliki standard etika seperti ini, apalagi masalah pemerintahan sudah sepatutnya demikian

Dari Ju Cheng Ming bisa diketahui bahwa pada zaman Tiongkok kuno 2000 tahun lebih yang lalu, orang-orang sudah jauh hari menegakkan etika olah raga yang positif, selain menuntut semangat kompetisi yang adil sportif bahkan terhadap wasit dan pemain mensyaratkan moral yang ketat dan standard karakter. Dewasa ini persepakbolaan Tiongkok menghadapi etika bobrok kecurangan wasit dan main sabun, sehingga tidak bergairah dan lesu supporter, hal tersebut diatas semestinya berefek sebagai peringatan dan panutan yang baik.

Zaman dinasti Tang (baca: Dang) adalah perkembangan Cu Ju Tiongkok yang paling berjaya. Orang zaman Tang melakukan perombakan besar terhadap Ju (bola), yaitu bola dari berinti padat dirubah berinti kosong, kantongan udara menggantikan material pengisi, disebut Qi Qiu (baca: Ji Jiu = bola udara). Bola yang direvolusi bertambah daya pantulnya, sehingga dalam bidang teknik dan strategi sepak bola memperoleh lonjakan besar, telah membuat sepak bola semakin bervariatif. Orang Tang juga mengganti pintu bola dengan Ju Shi ( ruang bola), pada kedua ujung lapangan didirikan tonggak yang dipasangi jala yang membentuk pintu bola / gawang. Cu Ju Tiongkok juga menyebar ke Jepang pada saat zaman Tang tersebut.

Pada zaman dinasti Song ditandai dengan pendirian tim Cu Ju dari kalangan rakyat, Perkumpulan Qi Yun, Perkumpulan Yuan, dll adalah Perkumpulan Bola yang tersohor kala itu. Perkumpulan-perkumpulan tersebut memiliki teknik yang handal dan tendangan beragam, selain itu giat mempromosikan kegiatan Cu Ju dan pertandingannya. Buku (Hui Chen Hou Lu = > Catatan akhir tentang Menebar Debu) dari Wang Mingqing mencatat sbb: Ketika itu seseorang bernama Gao Qiu (baca: Kao Jiu) dari perkumpulan Yuan , karena memiliki teknik bola super, sampai diangkat menjadi Komandan Depan Istana oleh sang kaisar, boleh dibilang ia adalah bintang sepak bola pertama di dunia.

Yang patut disebut juga adalah pendiri dinasti Song / Song Tai Zu bernama Zhao Kuangyin, sangat menggemari “Cu Ju”, konon seni bolanya juga termasuk hebat. Para pelukis dari dinasti yang berlainan pernah membuat karya berthema Song Taizu bermain “Cu Ju”.

Namun Cu Ju sesampainya pada dinasti Ming mulai memudar. Pendiri dinasti Ming/ Ming Taizu pernah memerintahkan pelarangan prajurit bermain Cu Ju, bahkan ada prajurit karena melanggar larangan tersebut sehingga dipotong kaki kanannya. Dinasti Qing juga tidak melanjutkan kegiatan Cu Ju, yang membuatnya menuju kepunahan.



Champion Lorenzo at Laguna Seca

| 0 comments


Yamaha rider Jorge Lorenzo won the U.S. MotoGP, Sunday, July 25, 2010. This is the sixth victory for the Spaniard this season.

Lorenzo Dani Pedrosa wins by fall in front of him. Appear
as the second winner is Casey Stoner.

Lorenzo's teammate, Valentino Rossi, with resounding success to win the third after starting from sixth position. Racing at Laguna Seca this is
The second race after Rossi had suffered injury.

Competition Results

 1. Jorge Lorenzo Yamaha 43m54.873s
 2. Casey Stoner Ducati + 3.517s
 3. Valentino Rossi Yamaha + 13.420s
 4. Andrea Dovizioso Honda + 14.188s
 5. Nicky Hayden Ducati + 14.601s
 6. Ben Spies Tech 3 Yamaha + 19.037s
 7. Colin Edwards Tech 3 Yamaha + 40.721s
 8. Marco Melandri Honda Gresini + 47.219s
 9. Loris Capirossi Suzuki + 52.812s
10. Mika Kallio Ducati Pramac + 52.814s
11. Alex de Angelis Honda + 1m14.089s Interwetten
12. Roger Lee Hayden Honda LCR + 1m14.666s

 
© Copyright 2011-2012 Simoncelli MotoGP All Rights Reserved.
Template Design by Simoncelli MotoGP | Published by Bloggers Templates | Powered by Blogger.com.